Ulamapewaris nabi adalah sosok yang luas ilmunya dan dengan ilmu itu ia memiliki kadar ketakwaan atau khasyah (takut) yang tinggi. Orang alim itu orang yang memiliki rasa khasyah kepada Allah, senang terhadap hal-hal yang disenangi Allah, serta menghindarkan diri dari segala hal yang mendatangkan murka Allah.

Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin Amr ibnul Ash, katanya Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุงู†ู’ุชูุฒูŽุงุนุงู‹ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุฒูุนูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูุจุงูŽุฏูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุจูู‚ูŽุจู’ุถู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ุงูŽุกู. ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุจู’ู‚ู ุนุงูŽู„ูู…ุงู‹ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฑูุคููˆู’ุณุงู‹ ุฌูู‡ู‘ูŽุงู„ุงู‹ ููŽุณูุฃูู„ููˆุง ููŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ููŽุถูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุถูŽู„ู‘ููˆุง โ€œSesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.โ€ HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673 Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan Asy-Syaโ€™bi berkata โ€œTidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran kenyataan di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.โ€ Di dalam Shahih Al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin Amr secara marfuโ€™ riwayatnya sampai kepada Rasulullah โ€œSesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.โ€ Jamiโ€™ul Ulum wal Hikam, hal. 60 Meninggalnya seorang yang alim akan menimbulkan bahaya bagi umat. Keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan barakah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya ู…ูŽูุงูŽุชููŠู’ุญู ู„ูู„ูุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽู…ูŽุบุงูŽู„ููŠู’ู‚ู ู„ูู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู โ€œSebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.โ€ Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan sesuatu melainkan ilmu. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€™Utsaimin rahimahullah mengatakan โ€œIlmu merupakan warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para nabi tersebut. Dan engkau sekarang berada pada kurun abad, red ke-15, jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang paling besar.โ€ Kitabul Ilmi, hal. 16 Dari sini kita ketahui bahwa para ulama itu adalah orang-orang pilihan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ุฑูŽุซู’ู†ุงูŽ ุงู„ู’ูƒูุชุงูŽุจูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงุตู’ุทูŽููŽูŠู’ู†ุงูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจุงูŽุฏูู†ุงูŽ โ€œKemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.โ€ Fathir 32 Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman โ€œKemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan mengamalkan Al-Kitab Al-Quran yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini.โ€ Tafsir Ibnu Katsir, 3/577 Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan โ€œAyat ini sebagai syahid penguat terhadap hadits yang berbunyi Al-โ€™Ulama waratsatil anbiya ulama adalah pewaris para nabi.โ€ Fathul Bari, 1/83 Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan Maknanya adalah โ€œKami telah mewariskan kepada orang-orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami yaitu Al-Kitab Al-Qurโ€™an. Dan Kami telah tentukan dengan cara mewariskan kitab ini kepada para ulama dari umat engkau wahai Muhammad yang telah Kami turunkan kepadamuโ€ฆ dan tidak ada keraguan bahwa ulama umat ini adalah para shahabat dan orang-orang setelah mereka. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan mereka atas seluruh hamba dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai umat di tengah-tengah agar mereka menjadi saksi atas sekalian manusia, mereka mendapat kemuliaan demikian karena mereka umat nabi yang terbaik dan sayyid bani Adam.โ€ Fathul Qadir, hal. 1418 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅู† ุงู„ู’ุนูู„ูู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠุงูŽุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠููˆูŽุฑู‘ูุซููˆู’ุง ุฏููŠู’ู†ุงูŽุฑู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ุงู‹ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูˆูŽุฑู‘ูŽุซููˆู’ุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุญูŽุธู‘ู ูˆูŽุงููุฑู โ€œSesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.โ€ Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya 5/169, Ad-Darimi di dalam Sunan-nya 1/98, Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan โ€œHaditsnya shahih.โ€ Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68 Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan โ€œKebijaksanaan Allah atas makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas mereka. Maka barang siapa yang mendapat hidayah maka itu wujud fadhilah keutamaan dari Allah dan bentuk rahmat-Nya. Barangsiapa yang menjadi tersesat, maka itu dengan keadilan Allah dan hikmah-Nya atas orang tersebut. Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi.โ€ Al-Manhaj Al-Qawim fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim hal. 15 Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan โ€œKita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.โ€ Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140 Wallahu aโ€™lam. Artikel ULAMAPEWARIS NABI Kamis, 15 Januari 2009. Mencari Ulama Pewaris Nabi "ULAMA ADALAH PEWARIS NABI", demikian sabda Rasulullah SAW. Karena sabda Diposting oleh Kikis Kirwono di 18.45 Tidak ada komentar: Beranda. Langganan: Postingan (Atom) Pengikut. Arsip Blog 2009 (1) Tidak semua manusia di muka bumi ini menjadi pewaris Nabi. Ada orang-orang tertentu yang dipilih, dan telah memiliki sifat-sifat yang memenuhi kriteria sebagai seorang ulama pewaris Nabi. Predikat terbaik bagi seorang ahli ilmu adalah menjadi pewaris Nabi, dan sebaik-baik para makhluk adalah pewaris Nabi. Ibnu Abbas berkata, โ€œUlamaโ€™ ialah orang-orang yang mengetahui bahawa sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas setiap sesuatuโ€. Dan tambahnya lagi,โ€ Orang alim ialah mereka yang tidak melakukan syirik kepada Allah dengan sesuatu pun, serta dia menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya. Ciri-ciri ulamaโ€™ pewaris nabi yang pertama ialah takut akan Allah SWT. Hal ini sebagaimana Firman Allah. ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุนู„ู…ู€ู€ุคุง ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูŠุฒ ุบููˆุฑ โ€œโ€ฆ.. Sesungguhnya golongan yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya ialah para ulamaโ€™. Sesungguhya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,โ€QS. Al-Fathir 28 Ibnu Abbas berkata, โ€œSesiapa yang takut akan Allah, maka dia adalah orang alimโ€. Ciri kedua ialah beramal dengan segala ilmunya. Sebagaimana sebuah hadist dalam Sunan Ad-Darimi ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุนูŽุงู„ูู… ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ูŽ โ€œSesungguhnya orang alim itu adalah orang yang beramal dengan apa yang dia ketahui.โ€ Sayyidina Ali berkata, โ€œWahai orang yang mempunyai ilmu! beramallah kamu dengannya karena sesungguhnya orang yang alim itu adalah orang yang beramal dengan ilmu yang dia ketahui, serta selaras antara ilmunya dengan amalannyaโ€. Ciri ketiga hatinya bersih daripada syirik dan maksiat, serta tidak tamak kepada makhluk di dunia. Ibnu Umar berkata, โ€œTiadalah seseorang lelaki itu dianggap alim sehingga dia tidak hasad dengki kepada orang yang lebih alim daripadanya, tidak menghina orang yang kurang daripadanya serta tidak mencari dengan ilmunya upahan kebendaanโ€. Ciri keempat ulamaโ€™ ini meneruskan tugas nabi, yaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat daripada syirik dan maksiat serta berdakwah dan memerintah mengikut perintah Allah. Hal ini sebagaimana kita fahami dalam ayat 2 surah al-Jumaah, ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุจุนุซ ูู‰ ุงู„ุฃู…ูŠุฆู† ุฑุณูˆู„ุง ู…ู†ู‡ู… ูŠุชู„ูˆุง ุนู„ูŠู‡ู… ุกุงูŠู€ู€ุชู‡ ูˆูŠุฒูƒูŠู‡ู… ูˆูŠุนู„ู…ู‡ู… ุงู„ูƒุชุจ ูˆุงู„ุญูƒู…ุฉ ูˆุฅู† ูƒุงู†ูˆุง ู…ู† ู‚ุจู„ ู„ูู‰ ุถู„ู€ู€ู„ ู…ุจูŠู† โ€œDialah Allah yang telah mengutuskan kepada kalangan orang-orang arab yang buta huruf seorang rasul dari bangsa mereka sendiri yang membacakan ayat-ayat Allah yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya. Dan membersihkan mereka daripada aqidah yang sesat serta mengajarkan mereka kitab Allah dan hikmat pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syariat. Dan sesungguhnya mereka sebelum kedatangan nabi Muhammad SAW adalah dalam kesesatan yang nyata.โ€ Itulah ciri-ciri ulama yang memegang warisan Nabi, mereka akan senantiasa mengajak kebaikan dibanding dengan sesuatu hal yang sia-sia. Maka dari itu, sesiapa saja yang ingin mendapatkan warisan Nabi, maka ikutilah sifat-sifat di atas, sehingga keuntungan amalanlah yang akan diraih, wallahu aโ€™alam. [] Sumber Riyadhus Shalihin/Karya Syeikh Salim bin Ied Al-Hilali/Penerbit Pustaka Asy-Syafiโ€™i Ulamaadalah pewaris nabi. Mereka mewarisi ilmu sekaligus amanah dakwah para nabi. Para ulama akan berusaha mencontoh seluruh sikap Nabi, termasuk saat berhadapan dengan penguasa. Bagaimana seorang nabi menghadapi penguasa akan terwariskan pula kepada para ulama sejati. Kita lihat, ada tiga golongan Nabi kaitannya dengan kekuasaan.
Kajian Islam 20 Nov 2021 - Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang berarti tidak ada lagi nabi setelahnya. Risalah kenabian telah sempurna dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Walaupun begitu, sebagai seorang manusia Nabi Muhammad mempunyai batas waktu di dunia ini. Oleh karena itu beliau tidak bisa terus mendampingi umatnya sampai hari kiamat. Lantas siapakah yang mengemban tugas kenabian sepeninggal Nabi Muhammad SAW? Tak lain dan tak bukan adalah para ulama. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa beliau tidak mewariskan Dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Dan para ulama adalah pewaris para nabi. Siapakah ulama itu? Secara sederhana para ulama adalah orang yang berilmu. Namun dalam konteks keagamaan, ulama seseorang yang mumpuni dalam ilmu agama. Adapun yang mempunyai kemampuan dalam bidang sains disebut ilmuwan. Ahli dalam spektrum keilmuan yang luas disebut cendekiawan. Tak hanya keilmuan agama yang mumpuni, seorang ulama juga mesti memiliki Akhlakul Karimah. Dalam istilah ilmu hadits, kemampuan keilmuan disebut dengan dhawabith dan Akhlakul Karimah disebut dengan 'adalah atau keadilan. Seorang yang dhabit sekaligus adil otomatis diterima haditsnya. Namun jika ada cacat salah satu atau dua-duanya maka haditsnya menjadi lemah. Selanjutnya ciri seorang ulama adalah kuatnya spiritualitas. Hal ini disebutkan dalam QS. Fathir 28 yang menyatakan bahwa para ulama adalah hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya. Innamaa yakhsyallaaha min 'ibaadihil 'ulamaa. Ulama yang kering spiritualitasnya tidak akan bisa menyentuh hati jama'ahnya. Spiritualitas juga menjadi sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya. Sikap yang perlu dimiliki oleh seorang ulama juga independensi. Independensi artinya seorang ulama berpikir dan bersikap berdasarkan ijtihad dan nilai yang dia pegang. Bukan karena kepentingan atau pesanan siapapun. Bahkan seorang ulama banyak yang mendapatkan hukuman dari penguasa karena tidak mau disetir oleh kepentingan penguasa. Kisah paling terkenal adalah bagaimana Imam Ahmad bin Hanbal teguh memegang akidahnya di saat kelompok Muktazilah berkuasa. Terakhir seorang ulama harus bergaul dan bermanfaat bagi masyarakat. Seorang ulama yang menjauh dari masyarakat dan menuntut ilmu untuk dirinya sendiri tidak sejalan dengan semangat kenabian. Dimana Nabi Muhammad SAW berbaur dan berjuang bersama sahabatnya. Nabi Muhammad pun tak segan merangkul kelompok lemah dan juga bergaul dengan kelompok kaya. Nabi Muhammad hidup bermasyarakat walaupun sesekali merenung dalam Gua Hira.
KedudukanUlama secara sosial, politik, keagaamaan dalam Islam sangat tinggi karena menjadi pewaris nabi, bahkan Allah mengangkat derajat mereka. Karenanya, ketika anda mengetahui ada seseorang dengan ciri-ciri ULAMA, maka sepatutnya anda menghormati, mengikuti bimbingan nasehat mereka.
Alquran menyebutkan Ulama ada 2 x. Pertama Di dalam surah Fathir ayat 28 "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanNya hanyalah ulama". Ayat ini berbicara dalam konteks ajakan, untuk mempelajari, memperhatikan turunnya hujan dari langit beraneka ragamnya buah-buahan, gunung-gunung dan fenomena alam yang menjadi ayat-ayat Kauniah. Orang-orang yang memiliki pengetahuan di bidang itu adalah para ulama-ulama yang takut kepada Allah Swt. Yang kedua Di dalam surah as-Syu'ara ayat 197 "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?". Ayat ini berbicara dalam konteks turunnya Alquran, yang dibawa oleh Jibril, yang disampaikan kepada Nabi MUHAMMAD Saw, dan kebenarannya diakui oleh ulama Bani Israil. Berdasarkan 2 ayat di atas dapat disimpulkan bahwa para ulama ialah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas mencakup ayat-ayat Kauniah fenomena alam dan ayat Quraniah. Bila kita telusuri, kata ulama berasal dari ilmu, dan kata ilmu dan yang sejalan dengan makna ilmu berulang-ulang di dalam Alquran lebih 800 kali, ternyata ilmu yang terpuji di sisi Allah SWT. adalah ilmu yang dibarengi rasa Khasyyah takut kepada Allah SWT. dan tunduk kepada yang memberikan ilmu pengetahuan itu sendiri. Sejalan dengan ayat-ayat Alquran, Hadits-hadits Nabi SAW. banyak mereka orang yang bertambah ilmu tetapi tidak bertambah hidayah dan rasa takut kepada Allah. Ulama-ulama yang memiliki rasa Khasyyah takut kepada Allah SWT mereka itulah pewaris Nabi sekaligus sebagai benang merah antara cendikiawan dan ulama. Di dalam kitab AUNUL MA'BUD syarah SUNAN ABI DAUD, Juz 6 473. dijelaskan "Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham dan mereka hanya mewariskan ilmu,maka siapa-siapa yang mengambilnya berarti dia telah mengambil bahagian yang sempurna". Hadits ini shahih, dan Imam Turmuzi, Ibnu Majah juga meriwayatkan Hadits tersebut. maknanya diperkuat oleh Alquran surah Fathir ayat 32 "Kemudian Kami wariskan Alkitab kepada yang Kami pilih dari hamba-hamba Kami". Ciri-ciri Ulama Pewaris Nabi Bila kita telusuri di dalam Alquran akan kita jumpai beberapa tugas para Nabi, di antaranya 1. Menyampaikan "Wahai Rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmusurah al-Maidah ayat 67". 2. Menjalankan isi kandungan ayat-ayat Allah "Dan Kami turunkan Alkitab kepadamusurah an-Nahl ayat 44". 3. Memutuskan atau menyelesaikan persoalan yang Allah turunkan bersama mereka Alkitab dengan benar agar dapat memutuskan perkara yang diperselisihkanal-Baqarah ayat 213" 4. Menjadi contoh dan ikutan bagi umatnya"Sesungguhnya engkau berakhlak yang agungal-Qalam ayat 4". 5. Membimbing umat ke jalan yang benar "Sesungguhnya engkau pembimbing ke jalan yang lurusAzzukhruf ayat 52" sungguh teramat pentingnya kita mempunyai seorang pembimbing yg benar, yaitu Ulama warisyatulambya, oleh karena itu carilah mereka, belajarlah pada mereka, mengabdilah pada mereka, berjuanglah bersama mereka, niscaya keselamatan di dunia sampai akhirat nanti akan kita dapatkan...!

GolonganAnti-Hadith dan Liberalisme. Sesiapa yang tidak mempercayai hadith Nabi s.a.w. sebagai sumber hukum Islam, maka tergolonglah di dalam golongan yang sesat. Inilah yang dikenali dengan kelompok anti hadith [1]. Ada tiga jenis kelompok anti hadith. [2] Pertama, kelompok yang menolak hadith-hadith Rasulullah s.a.w. secara keseluruhan. [3]

Beberapa waktu ini, sebutan ulama kerap menghiasi pemberitaan di media; berjubah dan sorban dianggap ulama; follower banyak disebut ulama; sakti diangkat sebagai ulama, dan lain sebagainya. Padahal sangat jelas dalam hadits Nabi berbunyi para ulama adalah pewaris Nabi. Di samping itu masih minimnya pengetahuan masyarakat terkait siapakah yang pantas disebut ulama serta bagaimana ciri-cirinya, sehingga mereka terjebak dengan kemasan dan viralitas tokoh belaka. Pertanyaannya, seperti apakah ciri khas ulama pewaris Nabi? Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุซููŠุฑู ุจู’ู†ู ู‚ูŽูŠู’ุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู†ู’ุชู ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฏูู…ูŽุดู’ู‚ูŽ ููŽุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฌูุฆู’ุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุญูŽุฏููŠุซู ุจูŽู„ูŽุบูŽู†ููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูุญูŽุฏู‘ูุซูู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ุฌูุฆู’ุชู ู„ูุญูŽุงุฌูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ูŠูŽุทู’ู„ูุจู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุทูุฑูู‚ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŽ ู„ูŽุชูŽุถูŽุนู ุฃูŽุฌู’ู†ูุญูŽุชูŽู‡ูŽุง ุฑูุถู‹ุง ู„ูุทูŽุงู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ูŽ ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงู„ู’ุญููŠุชูŽุงู†ู ูููŠ ุฌูŽูˆู’ูู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ููŽุถู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠููˆูŽุฑู‘ูุซููˆุง ุฏููŠู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ู‹ุง ูˆูŽุฑู‘ูŽุซููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุญูŽุธู‘ู ูˆูŽุงููุฑู Artinya Diriwayatkan Katsir bin Qais, ia berkata, saya duduk beserta Abu Darda di masjid Damaskus, kemudian datang laki-laki dan berkata, wahai Abu Darda, saya dari kota Madinah mendatangimu karena ingin mendengar sebuah hadits yang engkau peroleh dari Rasulullah. Tidak ada kepentingan lainnya. Abu Darda pun berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda siapapun yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan membukakan jalan untuknya pintu surga, dan para malaikat meletakkan sayapnya karena rida kepada para penuntut ilmu, dan para penduduk langit bumi, ikan lautan akan memintakan ampunan untuknya, dan sesungguhnya keunggulan ahli ilmu atas ahli ibadah itu laksana keunggulan indahnya malam bulan purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi, sebab para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang memungut ilmu itu, maka ia mendapatkan bagian yang sempurna. Di dalam Al-Qurโ€™an penyebutan ulama tertuang dalam Surat Fatir, 28 ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽูˆูŽุงุจู‘ู ูˆูŽุงู„ุฃู†ู’ุนูŽุงู…ู ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŒ ุฃูŽู„ู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุบูŽูููˆุฑูŒ Artinya Dan demikian pula di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃูŠ ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดุงู‡ ุญู‚ ุฎุดูŠุชู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุนุงุฑููˆู† ุจู‡ Artinya Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya itu hanyalah ulama maksudnya mereka yang sangat takut kepada Allah adalah ulama yang makrifat kepada Allah. Bila berpijak dari redaksi di atas, maka ciri khas ulama pewaris Nabi adalah mereka yang takut kepada Allah adalah mereka yang makrifat kepada Allah. Dikatakan pewaris, karena para ulama mewarisi ilmu para Nabi, bukan mewarisi materi berupa dirham maupun dinar. Ilmu dalam konteks ini adalah ilmu agama. Sekedar tambahan dari Kiai Mustafa Bisri, bahwa ulama selain memiliki ilmu agama yang luas, rasa takut kepada Allah, ia juga memiliki akhlakul karimah, sehingga memandang masyarakatnya dengan penuh kasih sayang yandzuruna bi ainirrahmah. Bukan membentak, membenci dan menjauhi mereka.
\n \n ciri ulama pewaris nabi
Ulamaadalah pewaris estafeta dakwah para nabi . Tuesday, 4 Ramadhan 1443 / 05 April 2022

OhSantri ~ Berikut ini akan kami jelaskan Pengertian Ulama dalam Konsep Sebagai Pewaris Para Nabi beserta Syarat-syarat dan Ciri-ciri Ulama. Pengertian Ulama Taโ€™rif dan syarat-syarat disebut Ulama Menurut bahasaetimologi, kata ulama berasal dari kata kerja alima berarti mengetahui. Ulama adalah jamak dari bentuk ulama alim yaitu berarti orang yang berilmu atau sarjana. Tidak semua ahli ilmu pengetahuan dapat di sebut ulama. Kata ulama disebut dalam Al-Qurโ€™an sebanyak dua kali. Pertama, dalam konteks ajakan Al-Qurโ€™an untuk memperhatikan turunya hujan dan langit, beraneka ragam nya buah-buahan, gunung, binatang, dan manusia kemudian diakhiri dengan, sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanya lah ulama. QS 3528 ayat ini menggambarkan bahwa yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah bersifat kawniyah fenomena alam kedua, dalam kntes pembicaran Al-Qurโ€™an yang kebenaran kandungannya telah di akuidiketahui oleh ulama Bani IsrailQS 26197. Hal seruapa dapat di temukan juga dalam hadist Nabi yang bahkan banyak di antara nya justru mengaris bawahi bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan manusia kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah, taqwa, khasya, dan sebagainya. Untuk dapat di panggil ulama selain harus kedalam ilmu agama, juga harus memenuhi epat kriteria dasar sebagai berikut Pertama memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT. Kedua , memiliki sifat utama-utama dalam kehidupan sehari-hari, seperti tekun beribadah baik yang wajib maupun sunah, zuhud melepaskan kepentingan duniawi mempunyai ilmu akhirat ilmu agama dalam sadar cukup. Ketiga, mengerti kemasalahan umatpeka terhadap kepentingan umum dan mengabdikan ilmu nya untuk Allah di sertai niat yang baik benar dalam berilmu maupun beramal. Ke empat, mempunyai kemampuan mewarisi risalah Rasulullah SAW meliputi 1. Mewarisi ucapan, ilmu dan ajaran-ajarannya 2. Mewar isi perbuatan dan tingkah lakunya 3. Mewarisi mental dan aqkhlaknya Ulama merupakan personifikasi yang pengetahuan islamnya luas dan dalam, sekaligus teladan bagi orang yang patuh menjalankan syariโ€™at agamanya perjuang tinggi morilitas islam dan menerjemahknnya dalam tingkah laku sehari-hari. Tanpa mereka kontinuitas dan tradisi islam tidak akan berhasil. Kumpulan Materi ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Kumpulan Soal ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Disamping empat syarat tersebut, seorang dapat di sebut ulama karena ada pengakuan dari masyarakat, ada saja yang bila dilihat keilmuan dan integritas moralnya memadai, tetapi tidak mendapat pengakuan masyarakat sebagai ulama. Ulama sebagi pewaris Nabi Tugas para ulama dalam menyiarkan ilmu syariโ€™at, mengesakan Allah, membing kebenaran, memdidik akhlak yang sempurna dan menyeru bertakwa kepada Allah SWT adalah identik dengan tugas-tugas para Nabi agar misi mulia itu tidak dapat mereka lakukan dengan sukses, hendaklah mereka mewarisi peninggalan para Nabi. Mereka itulah disebut โ€œulamaโ€™ul amilinโ€ yang selalu konsekuen mengamalkan ilmunya, yang mempunyai kesanggupan bertawa dan khusyuโ€™ dalam menjalankan ibadah kepada Allah secara sempurna melebihi dari orang lain. Ulama sebagai pewaris para nabi mempunyai peran sebagai berikut a. Sebagai pemimpin b. Sebagai motivator pembangunan c. Sebagai panutan masyarakat Kedudukan Ulama 1. Ulama Sebagai Mata Rantai Pewaris Ajaran Islam 2. Macam-Macam Dan Tugas Ulama Ulama itu terbagi menjadi tiga Alim yaitu yang mewarisi ucapan Rasulullah SAW. sebagai ilmu dan pengajar dengan syarat ikhlas, kalau tidak ikhlas maka sama sekali bukan pewaris Nabi. Abid, yaitu yang mewarisi perbuatan Nabi seperti shalatnya, puasanya, perjuangan nya, dan mujahadahnya. Arif, yaitu yang mewarisi ilmu dan amal Rasululah SAW di tambah dengan pewarisan aqhlk dengan batin mental zuhud, waro,โ€™takut kepada Allah, berharap akan ridhonya,, sabar kecintaan kepada Allah di atas segala apa yang iya cintai di dunia maโ€™rifah penghayatan secara tuntas tentang ketuhanan, dan sebagai nya Empat Tuigas Ulama Ada empat tugas utama yang harus di jalankan ulama sesuai dengan tugas kenabian dalam pengembangkan Kitab Suci Pertama, menyamaikan tabligh ajaran-ajarannya,sesuai dengan peritah wahai rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepada mu dan tuhanmu surat Al-maidah ayat 67 Kedua, menjelaskan ajaran-ajaran berdasarkan ayat โ€œdan kami turunkan Al-kitab kepada muuntuk kamu jelaskan kepada manusia surah An-Nahel ayat 44. Ketiga, memutuskan perkara atau problem yang dihadapi masyarakat bersdasarkan ayat โ€œdan Allah turunkan bersama mereka Al-kitab dengan benar, agar dapat memutuskan perkara yang di perselisih manusi โ€œsurah Al-Baqarah ayat 213 Keempat, memberikan contoh pengamalan, sesuai dengan hadis Aisyah yang diriwayat kan oleh Bukhari, yang menyatakan bahwa prilaku Nabi adalah paktek dari Al-Qurโ€™an.

Pengertiandan Peran Ulama Menurut Imam Ghazali. Kalau yang memberi penilaian hanya orang biasa tentu akan ragu menerimanya Karena bukan pangkatnya untuk menentukan seseorang masuk kategori ulama atau bukan Terma ulama secara tegas disebut oleh al Qur an dengan sifat ketundukan dan kepatuhan kepada pencipta secara totalitas Dan secara lebih
6 Sebagai pewaris Nabi. Sebagai pewaris Nabi, biasanya memiliki silsilah atau keturunan kuat dan hanya diketahui diantara sesama Mursyid, sehingga ilmu ini terjamin kesahihannya, selalu diturunkan antara mursyid yang satu dengan penerusnya dan itu dijamin tetap ada sepeninggal Nabi Muhammad SAW atau hingga akhir zaman. 7. Memiliki karomah.
Ilmu itu akan menjadi dasar kita beragama, akan menjadi dasar kita mempunyai sebuah karakter keberagamaan. Sehingga hati-hati, lihat dan perhatikan betul dari mana, dari siapa, kita akan mengambil ilmu pengetahun agama," kata Kiai Ghufron dalam program ngaji virtual yang disiarkan TV NU beberapa hari lalu.. Kiai Ghufron menjelaskan para ulama adalah pewaris para nabi (warasatul ambiya).
Ulamak itu adalah pewaris nabi." Itulah kenyataan Rasulullah 1400 tahun yang lampau. Itulah juga modal bagi para ulamak ke sana ke sini. Mereka mengaku pewaris nabi. Mereka menjaja kepada orang kebanyakan bahawa merekalah pewaris nabi. Sebab mereka ulamak dan sudah dikatakan Rasulullah sebegitu rupa.
Daripetunjuk tersebut, tidak ada alasan bagi umat Nabi Muhammad untuk tidak mengikuti ulama yang merupakan pewaris para Nabi ( al-ulama waratsatul anbiya ). Kriteria ulama yang dapat diikuti tentu saja yang mewarisi akhlak Nabi Muhammad dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya, tidak membuat kerusakan di
HM36w.
  • an5z42zu9z.pages.dev/528
  • an5z42zu9z.pages.dev/874
  • an5z42zu9z.pages.dev/871
  • an5z42zu9z.pages.dev/119
  • an5z42zu9z.pages.dev/829
  • an5z42zu9z.pages.dev/137
  • an5z42zu9z.pages.dev/927
  • an5z42zu9z.pages.dev/275
  • ciri ulama pewaris nabi