OhSantri ~ Berikut ini akan kami jelaskan Pengertian Ulama dalam Konsep Sebagai Pewaris Para Nabi beserta Syarat-syarat dan Ciri-ciri Ulama. Pengertian Ulama Taโrif dan syarat-syarat disebut Ulama Menurut bahasaetimologi, kata ulama berasal dari kata kerja alima berarti mengetahui. Ulama adalah jamak dari bentuk ulama alim yaitu berarti orang yang berilmu atau sarjana. Tidak semua ahli ilmu pengetahuan dapat di sebut ulama. Kata ulama disebut dalam Al-Qurโan sebanyak dua kali. Pertama, dalam konteks ajakan Al-Qurโan untuk memperhatikan turunya hujan dan langit, beraneka ragam nya buah-buahan, gunung, binatang, dan manusia kemudian diakhiri dengan, sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanya lah ulama. QS 3528 ayat ini menggambarkan bahwa yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah bersifat kawniyah fenomena alam kedua, dalam kntes pembicaran Al-Qurโan yang kebenaran kandungannya telah di akuidiketahui oleh ulama Bani IsrailQS 26197. Hal seruapa dapat di temukan juga dalam hadist Nabi yang bahkan banyak di antara nya justru mengaris bawahi bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan manusia kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah, taqwa, khasya, dan sebagainya. Untuk dapat di panggil ulama selain harus kedalam ilmu agama, juga harus memenuhi epat kriteria dasar sebagai berikut Pertama memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT. Kedua , memiliki sifat utama-utama dalam kehidupan sehari-hari, seperti tekun beribadah baik yang wajib maupun sunah, zuhud melepaskan kepentingan duniawi mempunyai ilmu akhirat ilmu agama dalam sadar cukup. Ketiga, mengerti kemasalahan umatpeka terhadap kepentingan umum dan mengabdikan ilmu nya untuk Allah di sertai niat yang baik benar dalam berilmu maupun beramal. Ke empat, mempunyai kemampuan mewarisi risalah Rasulullah SAW meliputi 1. Mewarisi ucapan, ilmu dan ajaran-ajarannya 2. Mewar isi perbuatan dan tingkah lakunya 3. Mewarisi mental dan aqkhlaknya Ulama merupakan personifikasi yang pengetahuan islamnya luas dan dalam, sekaligus teladan bagi orang yang patuh menjalankan syariโat agamanya perjuang tinggi morilitas islam dan menerjemahknnya dalam tingkah laku sehari-hari. Tanpa mereka kontinuitas dan tradisi islam tidak akan berhasil. Kumpulan Materi ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Kumpulan Soal ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Disamping empat syarat tersebut, seorang dapat di sebut ulama karena ada pengakuan dari masyarakat, ada saja yang bila dilihat keilmuan dan integritas moralnya memadai, tetapi tidak mendapat pengakuan masyarakat sebagai ulama. Ulama sebagi pewaris Nabi Tugas para ulama dalam menyiarkan ilmu syariโat, mengesakan Allah, membing kebenaran, memdidik akhlak yang sempurna dan menyeru bertakwa kepada Allah SWT adalah identik dengan tugas-tugas para Nabi agar misi mulia itu tidak dapat mereka lakukan dengan sukses, hendaklah mereka mewarisi peninggalan para Nabi. Mereka itulah disebut โulamaโul amilinโ yang selalu konsekuen mengamalkan ilmunya, yang mempunyai kesanggupan bertawa dan khusyuโ dalam menjalankan ibadah kepada Allah secara sempurna melebihi dari orang lain. Ulama sebagai pewaris para nabi mempunyai peran sebagai berikut a. Sebagai pemimpin b. Sebagai motivator pembangunan c. Sebagai panutan masyarakat Kedudukan Ulama 1. Ulama Sebagai Mata Rantai Pewaris Ajaran Islam 2. Macam-Macam Dan Tugas Ulama Ulama itu terbagi menjadi tiga Alim yaitu yang mewarisi ucapan Rasulullah SAW. sebagai ilmu dan pengajar dengan syarat ikhlas, kalau tidak ikhlas maka sama sekali bukan pewaris Nabi. Abid, yaitu yang mewarisi perbuatan Nabi seperti shalatnya, puasanya, perjuangan nya, dan mujahadahnya. Arif, yaitu yang mewarisi ilmu dan amal Rasululah SAW di tambah dengan pewarisan aqhlk dengan batin mental zuhud, waro,โtakut kepada Allah, berharap akan ridhonya,, sabar kecintaan kepada Allah di atas segala apa yang iya cintai di dunia maโrifah penghayatan secara tuntas tentang ketuhanan, dan sebagai nya Empat Tuigas Ulama Ada empat tugas utama yang harus di jalankan ulama sesuai dengan tugas kenabian dalam pengembangkan Kitab Suci Pertama, menyamaikan tabligh ajaran-ajarannya,sesuai dengan peritah wahai rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepada mu dan tuhanmu surat Al-maidah ayat 67 Kedua, menjelaskan ajaran-ajaran berdasarkan ayat โdan kami turunkan Al-kitab kepada muuntuk kamu jelaskan kepada manusia surah An-Nahel ayat 44. Ketiga, memutuskan perkara atau problem yang dihadapi masyarakat bersdasarkan ayat โdan Allah turunkan bersama mereka Al-kitab dengan benar, agar dapat memutuskan perkara yang di perselisih manusi โsurah Al-Baqarah ayat 213 Keempat, memberikan contoh pengamalan, sesuai dengan hadis Aisyah yang diriwayat kan oleh Bukhari, yang menyatakan bahwa prilaku Nabi adalah paktek dari Al-Qurโan.
Ilmu itu akan menjadi dasar kita beragama, akan menjadi dasar kita mempunyai sebuah karakter keberagamaan. Sehingga hati-hati, lihat dan perhatikan betul dari mana, dari siapa, kita akan mengambil ilmu pengetahun agama," kata Kiai Ghufron dalam program ngaji virtual yang disiarkan TV NU beberapa hari lalu.. Kiai Ghufron menjelaskan para ulama adalah pewaris para nabi (warasatul ambiya).Ulamak itu adalah pewaris nabi." Itulah kenyataan Rasulullah 1400 tahun yang lampau. Itulah juga modal bagi para ulamak ke sana ke sini. Mereka mengaku pewaris nabi. Mereka menjaja kepada orang kebanyakan bahawa merekalah pewaris nabi. Sebab mereka ulamak dan sudah dikatakan Rasulullah sebegitu rupa.
Daripetunjuk tersebut, tidak ada alasan bagi umat Nabi Muhammad untuk tidak mengikuti ulama yang merupakan pewaris para Nabi ( al-ulama waratsatul anbiya ). Kriteria ulama yang dapat diikuti tentu saja yang mewarisi akhlak Nabi Muhammad dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya, tidak membuat kerusakan diHM36w.