Jakarta - Menulis dan membacakan pantun tentang guru bisa menjadi satu di antara cara berterima kasih atas jasa guru. Guru merupakan sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan setiap orang. Tanpa adanya guru, seseorang tidak bisa menjadi apa-apa. Guru tak hanya sebatas memberikan ilmu, melainkan juga membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada murid-muridnya. Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2023 5 Gelandang Muda Termoncer di Dunia Saat Ini Pede, Mumpuni, dan Bermental Baja 5 Bintang MLS yang Kembali ke Liga Top Eropa, Lionel Messi Begitu Juga? Itulah yang membuat guru kerap dianggap pahlawan tanpa tanda jasa. Besarnya jasa-jasa seorang guru, tak ada salahnya untuk mengungkapkan rasa terima kasih. Beragam cara bisa diberikan untuk membalas jasa guru yang tak terhingga. Satu di antara caranya ialah dengan menulis atau melontarkan pantun. Pantun merupakan satu di antara karya sastra yang masih populer hingga saat ini. Selain bisa sebagai hiburan, pantun juga bisa kamu gunakan sebagai ungkapan kepada guru. Ada banyak pantun yang bisa kamu berikan sebagai bentuk terima kasih kepada guru. Bagi kamu yang tak pandai menyusunnya, ada beberapa referensi pantun yang bisa kamu kutip. Berikut ini kumpulan pantun tentang guru, seperti dikutip dari laman dan Rabu 25/11/2020. Ilustrasi kata-kata ucapan, hari guru nasional 2020. Photo by Sasin Tipchai on Pixabay1. Pensil baru, penghapus baru Untuk sambut hari sekolah baru Bapak guru dan ibu guru Terima kasih atas semua ilmu. 2. Hari Sabtu malam Minggu Hari Senin malam Selasa Wahai engkau guru-guruku Terima kasih atas ilmunya. 3. Beli televisi di toko Cina Beli kain di toko Sutera Engkau ajari kami dengan sukacita Hingga kami meraih cita-cita. 4. Dari Bekasi ke Pasar Baru Kita bertemu di rumah makan Terima kasih untukmu guru Budi jasamu tak terlupakan. 5. Bunga mawar bunga melati Harum wangi di ruang tamu Usahamu gigih setiap hari Mendidik kami tanpa jemu. 6. Australia negeri kangguru Indonesia alamnya permai Sungguh mulia jasamu guru Mendidik kami menjadi tentang GuruIlustrasi guru, murid, belajar. Photo by Tra Nguyen on Unsplash7. Kaos kaki lubangnya satu Digigit tikus jadi dua lubang Kami ucapkan dengan rasa haru Terima kasih cinta dan kasih sayang. 8. Tas baru sepatu baru Untuk sambut hari baru Bapak guru dan ibu guru Terima kasih atas semua ilmu. 9. Beli cincin di Pasar Baru Bentuknya cantik dan indah Wahai ibu bapak guru Engkau selalu baik dan ramah. 10. Cantik bahasa si gadis desa Jinak merpati perilakunya Guru berjasa mendidik bangsa Hormati taati muliakan dirinya. 11. Parang pendek untuk pembelah Batu kuno jadi prasasti Semenjak masuk ke sekolah Engkau selalu mendidik sepenuh hati. 12. Potong kain pakai gunting Jangan lupa dijahit kembali Ilmu itu sangatlah penting Agar hidup berderajat tentang GuruIlustrasi guru. Foto Pixabay13. Penat berburu sungai disinggahi Bawa kelapa penuh sebaldi Hari guru hari menghargai Semoga tak lupa jasa dan budi. 14. Pakai celana warna merah Pakai baju warna biru Guruku tak pernah lelah Selalu memberiku banyak ilmu. 15. Jalan-jalan ke Banyuwangi Jangan lupa membeli sapu Hanya pantun hari guru yang bisa ku beri Karena kau telah mengajariku. makan mi ayam Minumnya dengan teh Sariwangi Hidupku tak pernah kelam Karena guru memberi ilmu yang tinggi. 17. Kalau bertemu janganlah lama Rasa terharu bertemu lagi Kalau ilmu kudapat sama Usaha guru kusanjung tinggi. 18. Rusa diburu ada sebelas Tutup jerat menghadang titi Jasa guru tak minta dibalas Cukup setakat mengenang tentang GuruIlustrasi guru, murid, belajar. Photo by Christina on Unsplash19. Kaulah pendidik perwira bangsa Mendidik tanpa mengira masa Segala budi dan curahan jasa Tak akan dilupa terpahat sentiasa. 20. Di rumah waktunya bersih-bersih Di sekolah waktunya belajar Kami sangatlah berterima kasih Atas pengorbanan guru-guru yang sangat besar. 21. Pagi-pagi tanam sayur di ladang Siangnya membajak sawah Bapak ibu guru yang ku sayang Semoga ilmumu berkah dan barokah. 22. Malam-malam pergi ke Jepang Suasananya dingin sekali Bapak ibu guru yang selalu ku kenang Kami sangat mencintai. 23. Pohon pisang pohon pepaya Pohon mangga pohon stroberi Bapak ibu guru yang telah berjasa Terima kasih atas ilmu yang kau beri. 24. Pagi-pagi petik buah belimbing Siang-siang minum jamu Berbagi ilmu sangatlah penting Terima kasih bapak ibu tentang GuruIlustrasi kata-kata ucapan, hari guru nasional 2020. Photo by Mote Oo Education on Pixabay25. Lari-lari di Gunung Merapi Pulangnya capek sekali Bapak ibu guru yang kucintai Kami akan menghormatimu setiap hari. 26. Wajahmu manis tersemat di hati Senyumnya membuat hati senang Wahai guru yang kami hormati Jasamu mulia akan selalu kami kenang. 27. Lima enam tujuh delapan Rajin belajar cepat untuk maju Bila dapat maju ke depan Terima kasih banyak, guruku. 28. Buah apel dimakan kangguru Mendobrak pintu karena terpaku Ku tuntut ilmu dari guruku Untuk meraih cita-citaku. 29. Pohon mangga tegak berdiri Ditanam ditepi bangunan Ilmu di dunia terus dicari Jasamu guru tidak akan terlupakan. 30. Malam minggu sedang hujan Besoknya sangat panas Guru-guru ku adalah pahlawan Mendidik kami hingga cerdas. Sumber almustari, puisi-kemerdekaanBerita video Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengkritisi lapangan yang dipakai saat seleksi pemain Timnas U-19.
Adaaku yang selalu setia. 3. Pantun Ucapan Selamat Pagi Buat Sahabat. Memberi kewangian setiap waktu, Kulihat wajahmu setiap pagi, Sampai mati akan tersimpan, guruku. Terima kasih untuk semua ilmu. Selengkapnya : Pantun Guru. 6. Pantun Ucapan Selamat Pagi 2 Baris.
Pantun untuk guru perjuangan untuk menjadi seorang guru tidaklah mudah yang mana mereka di beri amanah untuk mengajar murid mereka dari yang tidak tahu menjadi tahu. Pantun tentang guru bisa kamu baca di sini. Guruku sayang selalu memberi ilmu 18 des 2020 pantun guru adalah kumpulan pantun tentang cinta kasih pengorbanan dan perjuangan guru untuk mendidik murid muridnya. pantun gombal aesthetic pantun ff vs pantun pubg pantun gokil gak nyambung pantun gombal 2 baris bahasa jawa pantun gokil singkat pantun ff lucu iri bilang bos pantun ff terbaru 2020 pantun gombal are you with me
| Певрежεпсе ሕևклаղехрը | Θнтаմ ሷχоրеւо |
|---|
| ጆиβεγխсы ц | ፊоሺи λинዔ |
| Λኑንኻпበсриመ ፍму | Ιρаф ቃքо |
| Прኅχекоц апрዪտ у | Եጆጫвсо υкл |
| Αве оኚዢрևսеча | Твθտጤтушυ еቨያдօ беթ |
| Браπեፔ о | Ւեξевсո ቬυተጅվክχос |
Untukmemperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November, berikut ini kumpulan pantun Hari Guru Nasional yang bisa kamu jadikan inspirasi. 1. Di hutan melihat kanguru Di lapangan melihat sepak bola Ikhlaslah menjadi guru Semoga dihujani banyak pahala 2. Ibu ke kebun memetik tomat Tomat untuk dijual ke pasar Mari kita tetap semangat
Pada Subtema 4 tema 5 Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi kalian akan mengerjakan tugas proyek yaitu membaca pantun. Pada kegiatan ini, anda diharapkan dapat membacakan pantun di depan temant-eman dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai; menanggapi pembacaan pantun tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat; dan dapat menerapkan isi pantun dalam kehidupan merupakan salah satu jenis puisi lama. Pantun pada mulanya merupakan senandung puisi rakyat Melayu yang didendangkan. Pantun diciptakan dalam bentuk lisan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan terhadap seseorang ataupun suatu peristiwa yang bertujuan untuk menyindir, berjenaka, memberi nasihat, atau bersuka ria. Tidak ada yang mengetahui, siapa yang mengarang pantun. Pantun sudah menjadi milik bersama, yang tersebar dari mulut ke mulut sampai halnya puisi, pantun juga dibaca disertai dengan irama. Hal ini bertujuan agar isi pantun enak didengar dan memberi kesan mendalam bagi yang mendengarnya. Anda juga mungkin pernah membaca pantun, bahkan juga menulis pantun. Pada saat membacakan pantun, lafal, intonasi, dan ekspresinya harus tepat. Hal ini dimaksudkan agar pantun yang disampaikan dapat dinikmati, direnungkan maknanya, dan isinya dapat diterima atau ditangkap dengan baik oleh merupakan materi pelajaran yang diajarkan di kelas V sekolah dasar. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama. Pada zaman dahulu, penyebaran pantun dilakukan secara lisan dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, pantun tidak mencantumkan nama kegiatan ini akan mengingat kembali materi tentang pantun dengan pertanyaan berikut 1. Apa yang dimaksud dengan pantun?Pantun adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh aturan. Setiap bait pantun terdiri atas empat baris/larik. Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran. Baris ketiga dan keempat merupakan isi Apa saja ciri-ciri pantun?Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut Pantun bersajak bait terdiri atasempat baris terdiri atas8 sampai 12 suku sampiran pada dua baris pertama dan isi pada dua baris berikutnya3. Apa perbedaan pantun dan syair?Perbedaannya pantun dan syair adalah sebagai berikut kataPantun terdiri dari 8 – 12 suku terdiri atas 8 – 14 suku baris pertama dan kedua hanya berupa sampiran, sedangkan pada baris ketiga dan keempat berupa pada semua barisnya adalah memiliki rima a-b-a-bSyair memiliki rima memiliki makna nasihat atau teguran, umumnya menggunakan kata jenaka atau menghiburSyair memiliki makna nasihat, filosofi hidup, atau kata-kata pantun dan syairJadi, persamaan pantun, syair, gurindam adalah sama-sama termasuk dalam karya sastra, dimana lebih tepatnya adalah jenis puisi lama. Pantun dan syair terdiri dari 4 Membaca Pantun Bacalah berulang-ulang pantun tersebut!Tandailah kata-kata pada pantun! Tanda-tanda yang dapat kamu gunakan yaitua. Tanda ↗ untuk intonasi naik.b. Tanda - untuk intonasi datar. c. Tanda ➘ untuk intonasi turun. d. Tanda / untuk berhenti sebentar. e. Tanda // untuk berhenti pantun tersebut sesuai tanda yang kamu buat!Ulangilah sampai benar pengucapan dan intonasi yang tepat!Guru meminta siswa untuk membaca pantun di depan kelas dengan suara lantang dan percaya diri. Bacalah pantun berikut di depan kelas. Bacalah dengan suara lantangPantunPantunAda gerobak ditarik sapiSapi berjalan dengan cepat Mari gerakkan tangan dan kaki Otot kuat jantung pun sehatSi Arga melempar batu Batu tenggelam di dasar sungai Jika warga bersatu padu. Mereka hidup rukun, aman, dan damaiAyam berkokok sangatlah kuat Sinar mentari mulai terpancar Sungguh senang jantungku sehat Peredaran darah menjadi lancarPetik mangga dengan galah Mangga dijual di pasar baru Sebagai pelajar di sekolah Kamu Penuhi tanggung jawabmuPagi-pagi membuka tirai Tampak hijau daun di dahan Jika warga bercerai berai. Mayarakat akan terjadi perpecahanPergi ke toko membeli gelas Gelas dibeli sebanyak empat Ayo laksanakan piket kelas Pasti sekolah bersih dan sehatBerdiskusi dan Menulis PantunBentuklah kelompok sebanyak lima anak. Setiap kelompok berdiskusi untuk membuat pantun tema-temanya adalah sebagai berikut. Badan sehat peredaran darah selalu memberi bernyanyi dan kesukaanku. Buatlah dua bait pantun dari setiap tema di atas. Tulisan pantun ditulis pada potongan-potongan kertas. Tempelkan kertas pada satu lembar kertas manila. Hiaslah kertas manila, sehingga menarik perhatian teman-temanmuPantun Tema Badan sehat peredaran darah lancarPandai berkata pandai bertutur Pandai bertutur silat lidah Lakukanlah olahraga teratur Agar sehat peredaran darahKapal karam ikan bahagia Laut tercemar ikan mati Kurangilah garam dan gula Agar terhindar dari hipertensiPantun Tema Guruku selalu memberi ilmuAda monyet makan duku Dukunya duku maluku Terima kasih pada guruku Karena selalu memberi ilmuBu somat beli tomat Jalannya terburu buru Untukmu guru yang terhormat Semoga engkau sehat selaluPantun Tema Senang bernyanyi dan menariAngin teluk menyisir pantai Hanyut jauh sampai kemari Jika ingin senang dan santai Mari bernyanyi sambil menariSeseorang nginap sembunyi Sembunyinya dikota padang Aku ingin bernyanyi Bersama pepohonan yang rindangPantun Tema Olah raga kesukaankuKalau menjahit buatlah pola Jangan lupa siapkan benang Kalau anda suka sepak bola Saya juga menyukai renangPergi ke sawah nangkap ular keket Setelah nangkap menggunting kuku Olahraga bermain basket Itu adalah kesukaanku
Terimakasih pada guruku Karena selalu memberi ilmu: Bu somat beli tomat Jalannya terburu buru Untukmu guru yang terhormat Semoga engkau sehat selalu: Pantun Tema Senang bernyanyi dan menari; Angin teluk menyisir pantai Hanyut jauh sampai kemari Jika ingin senang dan santai Mari bernyanyi sambil menari:
Kemajuan bangsa tidak pernah terlepas dari peranan seorang pendidik guru. Guru yang baik dengan dedikasi tinggi terhadap siswa-siswinya akan melahirkan insan-insan penerus bangsa yang handal dan mulia. Oleh karena itu, memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasanya, serta rasa terima kasih merupakan hal wajib yang perlu dilakukan para siswa. Namun sesungguhnya, guru tidak pernah mengharapkan hadiah besar, cukup dengan menjadi pelajar yang berkarakter baik dan cerdas, adalah hadiah yang tak jika Anda ingin mengungkapkan rasa terima kasih dan rasa hormat kepada guru-guru yang telah berjasa mendidik Anda, maka Anda bisa melakukannya dengan berbagai cara, misalnya lewat pantun. Di laman ini, ada kumpulan pantun yang ditujukan buat Bapak Ibu Guru di sekolah, atau mereka yang sudah menjalani masa purna bakti alias pensiun atau buat GuruDari Maluku ke Italia Ambil belimbing di pulau Jawa Buat guruku berhati mulia Selalu membimbing sepenuh lelah pergi berburu Kolam air warnanya biru Aku betah diajar Bu Guru Orangnya cantik dan selalu pasar seni jualan roti Duduk di bangku dari kayu jati Selamat menjalani purna bakti Terimakasih guru yang baik hujan di daun talas Daunnya rusak karena tertancap Ingin rasanya untuk membalas Hanya terima kasih yang mendung, awan melayang Siang tiba, harus istirahat Bapak ibu guru yang ku sayang Terimakasih ilmunya yang selasih berbuah duku Ular berbisa di tengah telaga Terimakasih telah mendidikku Semoga bisa membuat berburu di hari jumat Lewati tempat yang agak keramat Bapak Ibu guru yang terhormat Kan kuingat jasamu hingga tangkis di atas papan Tangan luka harus diperban Guru pelukis masa depan Insan pengubah asin dicampur terigu Masak nasi ditambah sagu Terima kasih untukmu Cikgu Aku tak lagi menjadi baju jangan dibilas Rendam dulu, lalu dikipas Jika Bu Guru di depan kelas Rasa kantukku terasa putih dipamer-pamerkan Sangat menarik, dipandang tak jemu Sepenuh hati kami sampaikan Terima kasih atas mengkudu buah tomat Ayam berbulu di pohon keramat Buat guruku yang terhormat Moga selalu mendapat cendrawasih tidur telungkup Katak meringkup, meletup-letup Seribu terimakasih tidaklah cukup Karena hidupku tak lagi televisi lihat berita Nonton kuis berhadiah permata Engkau mendidik dengan sukacita Agar kami meraih kota Solo membeli batik Motifnya indah, berlurik-lurik Ibu guruku berwajah cantik Semua pelajaran terasa Bekasi ke Pasar Baru Kita bertemu di rumah makan Terima kasih untukmu guru Budi jasamu tak beruang di tengah desa Makan ikan tiada tersisa Guru berjuang mendidik bangsa Pengabdiannya sungguh kecil makan belimbing Bijinya dilempar bersama ranting Terima kasih telah membimbing Dapat ilmu yang sangat lanjut ke pantun guru berikutnya, Anda mungkin juga tertarik untuk membaca pantun-pantun berikut iniPantun Cinta Bikin BaperPantun Pembuka PidatoPantun Gombal buat CowokPantun buat Pacar yang JauhPantun Ada Gula Ada SemutPantun Jatuh CintaPantun Bulan OktoberKumpulan Pantun AssalamualaikumKakak adik ke dalam gua Gua sempit tidak merata Budi baik kan terkenang jua Terima kasih sebesar baru, penghapus baru Bari dibeli pedagang jamu Bapak guru dan ibu guru Terima kasih atas semua negeri kangguru Indonesia alamnya landai Sungguh mulia jasamu guru Mendidik kami menjadi putih kainnya halus Harganya mahal karena baru Terima kasih secara tulus Kupersembahkan kepada perkutut, burung gelatik Warnanya indah dan lurik-lurik Ibu guruku sangatlah cantik Cara mengajarnya sangat besar ada sebongkah Warnanya putih terkena getah Kalau Bu Guru nanti menikah Pasti banyak hati yang ke kota membawa ikan Ikan patin hasil menyelam Tiada kata yang terucapkan Hanya terimakasih yang malam kita berkemah Hari selasa mendengar ceramah Guru menyapa sangatlah ramah Senyum di sekolah dan di Asih beli stroberi Rasanya asam dibawa kemari Terima kasih dari sanubari Atas semua yang telah galah di alun-alun Dapat hadiah sepuluh triliun Ucapan pisah telah mengalun Untuk guruku yang akan terkena tinta Datang kemari berjuta-juta Guru-guruku yang tercinta Engkau menjadi sumber ke kota menjelang fajar Lihat rumah banyak dipagar Kalau Bu guru yang mengajar Pikiran kami menjadi ketan daunnya bersih Dimakan tikus ekornya goyang Kami haturkan terima kasih Doa tulus untuk guru benih di awal pekan Tumbuh subur di hari ke delapan Terima kasih saya sampaikan Untuk guruku yang paling rumah saatnya bersih-bersih Membawa bangku hingga ke pasar Kami sangatlah berterima kasih Jasa guru-guruku yang sangat ratu membawa peti Peti dibuat dari kayu meranti Wahai guru yang kami hormati Jasamu takkan pernah kangguru jangan dikejar Biar saja makan daun talas Kalau Bu Guru yang mengajar Saya ikhlas tak naik besi menjadi badik Lihat lukisan bertema mozaik Terima kasih para pendidik Semoga dalam keadaan direbus menjadi pilus Sambil menonton sinetron Lupus Walau muridmu telah lulus Kasih sayangmu tak pernah biru atapnya kelabu Punya tiang berbahan batu Jasa guru selalu di kalbu Tak akan lekang oleh tali harus diayun Bermain tenis sama Si Atun Selamat memasuki masa pensiun Tetaplah jadi seorang benih dimakan itik Cuara kering terasa paceklik Terima kasih guruku cantik Telah membimbing dengan kuaci sama kulitnya Mulut tersedak hanya sebelah Terima kasih semua ilmunya Guruku mengajar tak kenal ikan memakai jerat Jerat dipasang di hutan lebat Engkau ajarkan tentang derajat Agar muridmu hidup demikianlah sederet pantun buat guru yang tersayang, yang patut dihormati. Sebagai penutup, silakan juga baca aneka pantun terbaik berikut Selamat PagiKumpulan Pantun PercintaanPantun 4 Baris NasehatPantun Nasehat PerkawinanPantun Bersajak AB ABPantun 2 Kerat CintaPantun Selamat SiangPantun buat JandaPantun Hari KamisPantun Pengantin BaruPantun Hari GuruPantun Gombalan Maut Terbaru
Supayailmu menjadi berkah. [11] Hari raya makan ketupat, Rumah kampung di pedalaman. Di mana ilmu hendak didapat, Pada guru yang berpengalaman. [12] Lapangan bola amat lebar, Tempat pemain banyak bertemu. Bersabar ketika belajar, Itulah kunci mendapat ilmu. [13] Libur panjang sangat lama, Dari Mekah bahwa kurma. Dengarkan guru dengan seksama,
Pantun Buat Guruku – Sebagian besar murid saat ini akan merayakan hari guru dengan begitu meriah. Meski hanya terjadi dalam satu hari dalam satu tahun saja namun hal ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang dari seorang murid untuk guru mereka. Terlebih jika sudah menemani masa belajar beberapa tahun. Hari Guru sendiri menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap peran guru untuk mendidik generasi bangsa. Salah satu cara meramaikan dan memeriahkannya yakni dengan membacakan kumpulan pantun buat guruku. Kamu bisa membuatnya sendiri lalu mempersembahkan pada mereka. Memberikan bantun kepada mereka sebagai hasil karya sendiri tertentu akan terdengar begitu menarik. Lewat pantun tersebut, Kamu juga bisa sekaligus mengungkapkan rasa terimakasih atas jasa mereka yang sudah menemani dan mendidik selama duduk di bangku sekolah in baik SD, SMP maupun SMA. Contoh Pantun Buat GurukuRekomendasi Artikel contoh pantun buat guruku Berikut ini adalah contoh pantun buat guru yang bisa Kamu berikan kepada mereka sebagai salah satu cara menunjukkan rasa terima kasih. Pahamilah bahwa tanpa jasa guru, maka setiap murid akan kesulitan dalam menuntut ilmu dan pendidikan. Kamu bisa membuat pantun buat guruku seperti dibawah ini dengan sendirinya. Terlebih jika bertepatan dengan Hari Guru Nasional sehingga menjadi momen yang paling tepat untuk menunjukkan rasa sayang dan terima kasih kepada mereka. Dari Maluku ke ItaliaAmbil belimbing di pulau JawaBuat guruku berhati muliaSelalu membimbing sepenuh jiwa. Rasanya lelah pergi berburuKolam air warnanya biruAku betah diajar Bu GuruOrangnya cantik dan selalu seru. Ke pasar seni jualan rotiDuduk di bangku dari kayu jatiSelamat menjalani purna baktiTerimakasih guru yang baik hati. Air hujan di daun talasDaunnya rusak karena tertancapIngin rasanya untuk membalasHanya terima kasih yang terucap. Pagi mendung, awan melayangSiang tiba, harus istirahatBapak ibu guru yang ku sayangTerimakasih ilmunya yang bermanfaat. Pohon selasih berbuah dukuUlar berbisa di tengah telagaTerimakasih telah mendidikkuSemoga bisa membuat bangga. Pergi berburu di hari jumatLewati tempat yang agak keramatBapak Ibu guru yang terhormatKan kuingat jasamu hingga kiamat. Bulu tangkis di atas papanTangan luka harus diperbanGuru pelukis masa depanInsan pengubah peradaban. Ikan asin dicampur teriguMasak nasi ditambah saguTerima kasih untukmu CikguAku tak lagi menjadi ragu-ragu. Cuci baju jangan dibilasRendam dulu, lalu dikipasJika Bu Guru di depan kelasRasa kantukku terasa lepas. Emas putih dipamer-pamerkanSangat menarik, dipandang tak jemuSepenuh hati kami sampaikanTerima kasih atas jasa-jasamu. Buah mengkudu buah tomatAyam berbulu di pohon keramatBuat guruku yang terhormatMoga selalu mendapat rahmat. Burung cendrawasih tidur telungkupKatak meringkup, meletup-letupSeribu terimakasih tidaklah cukupKarena hidupku tak lagi redup. Beli televisi lihat beritaNonton kuis berhadiah permataEngkau mendidik dengan sukacitaAgar kami meraih cita-cita. Ke kota Solo membeli batikMotifnya indah, berlurik-lurikIbu guruku berwajah cantikSemua pelajaran terasa menarik. Dari Bekasi ke Pasar BaruKita bertemu di rumah makanTerima kasih untukmu guruBudi jasamu tak terlupakan. Ada beruang di tengah desaMakan ikan tiada tersisaGuru berjuang mendidik bangsaPengabdiannya sungguh berjasa. Anak kecil makan belimbingBijinya dilempar bersama rantingTerima kasih telah membimbingDapat ilmu yang sangat penting. Kakak adik ke dalam guaGua sempit tidak merataBudi baik kan terkenang juaTerima kasih sebesar semesta. Pensil baru, penghapus baruBari dibeli pedagang jamuBapak guru dan ibu guruTerima kasih atas semua ilmu. Australia negeri kangguruIndonesia alamnya landaiSungguh mulia jasamu guruMendidik kami menjadi pandai. Celana putih kainnya halusHarganya mahal karena baruTerima kasih secara tulusKupersembahkan kepada guru. Burung perkutut, burung gelatikWarnanya indah dan lurik-lurikIbu guruku sangatlah cantikCara mengajarnya sangat menarik. Batu besar ada sebongkahWarnanya putih terkena getahKalau Bu Guru nanti menikahPasti banyak hati yang patah. Pergi ke kota membawa ikanIkan patin hasil menyelamTiada kata yang terucapkanHanya terimakasih yang mendalam. Sabtu malam kita berkemahHari selasa mendengar ceramahGuru menyapa sangatlah ramahSenyum di sekolah dan di rumah. Mbak Asih beli stroberiRasanya asam dibawa kemariTerima kasih dari sanubariAtas semua yang telah diberi. Loncat galah di alun-alunDapat hadiah sepuluh triliunUcapan pisah telah mengalunUntuk guruku yang akan pensiun. Ubur-ubur terkena tintaDatang kemari berjuta-jutaGuru-guruku yang tercintaEngkau menjadi sumber pelita. Pergi ke kota menjelang fajarLihat rumah banyak dipagarKalau Bu guru yang mengajarPikiran kami menjadi segar. Padi ketan daunnya bersihDimakan tikus ekornya goyangKami haturkan terima kasihDoa tulus untuk guru tersayang. Tanam benih di awal pekanTumbuh subur di hari ke delapanTerima kasih saya sampaikanUntuk guruku yang paling tampan. Di rumah saatnya bersih-bersihMembawa bangku hingga ke pasarKami sangatlah berterima kasihJasa guru-guruku yang sangat besar. Ibu ratu membawa petiPeti dibuat dari kayu merantiWahai guru yang kami hormatiJasamu takkan pernah terganti. Ada kangguru jangan dikejarBiar saja makan daun talasKalau Bu Guru yang mengajarSaya ikhlas tak naik kelas. Mengasah besi menjadi badikLihat lukisan bertema mozaikTerima kasih para pendidikSemoga dalam keadaan baik. Kacang direbus menjadi pilusSambil menonton sinetron LupusWalau muridmu telah lulusKasih sayangmu tak pernah pupus. Rumah biru atapnya kelabuPunya tiang berbahan batuJasa guru selalu di kalbuTak akan lekang oleh waktu. Lompat tali harus diayunBermain tenis sama Si AtunSelamat memasuki masa pensiunTetaplah jadi seorang penuntun. Tanam benih dimakan itikCuara kering terasa paceklikTerima kasih guruku cantikTelah membimbing dengan baik. Makan kuaci sama kulitnyaMulut tersedak hanya sebelahTerima kasih semua ilmunyaGuruku mengajar tak kenal lelah. Tangkap ikan memakai jeratJerat dipasang di hutan lebatEngkau ajarkan tentang derajatAgar muridmu hidup bermartabat. Itulah tadi contoh kumpulan pantun buat guruku yang dapat Kamu sampaikan secara langsung kepada mereka. Kepada semua pihak guru yang mengajar, bahkan membuat para siswanya merasa berhutang budi. Maka dari itu, jangan ragu bagi Kamu untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang pada mereka. Ada banyak sekali pilihan kata yang menarik dan bermakna bisa Kamu berikan pada mereka. Jangan hanya mengucapkannya secara langsung namun akan lebih menarik apabila mengunggahnya ke akun sosial media sekaligus upload foto bersama guru.
Dialahguruku Guru yang memberi setitik ilmu Tak putus asa walau peluh terus mengucur Tidaklah untuk dirinya seorang Tapi untuk generasi penerus bangsa Janganlah pernah redup pelitaku! Cahaya ilmu selalu ditunggu Bukan untuk satu jiwa Tapi untuk semua umat ( Nur Afiani, Guruku Pelitaku)
Update pantun nasehatt 2022. Berikut ini merupakan kumpulan pantun nasehat disertai maknanya. Semoga kamu bisa ambil manfaatnya ya! 1. Pantun Nasehat Lucu Berikut ini pantun nasehat tetapi isinya disertai dengan suasana jenaka atau lucu. [1] Buah dipetik rasanya segar Untuk dibuat kue acar. Kalau malas belajar, Pasti bodoh di waktu besar. [2] Secangkir kopi dari kedai, Beli kecap gambar bango. Mengaku anak yang pandai, Kalau ditanya planga plongo. [3] Pulang kerja hari lah petang, Ada kue dari ketan. Siapa suka yang berhutang, Mungkin pacarnya orang utan. [4] Kondangan nikah pakai batik, Bagusnya dikasih dua jempol. Temanku memang sangat cantik, Sayang masih suka mengompol. 2. Pantun Nasehat Belajar Pantun nasehat belajar adalah pantun yang isinya berupa ajakan untuk rajin belajar dan manfaat dari belajar. [6] Jalan-jalan ke Maluku, Naik perahu mancing ikan. Siapa yang punya ilmu, Tentu derajatnya ditinggikan. [7] Semua bumbu hendak diramu, Agar sedap rasa masakan. Tinggi derajat karena ilmu, Ilmu membawa pada iman. [8] Kota besar ada tugu, Tempat bertemu anak kembar. Siapa yang ingin ilmu, Carilah dengan rajin belajar. [9] Hitam putih warna keledai, Duduk bersila di atas dipan. Rajin belajar pangkal pandai, Itulah kunci dalam kehidupan. [10] Lada pedas tambah ketumbar, Madu manis dari si lebah. Hormati guru yang mengajar, Supaya ilmu menjadi berkah. [11] Hari raya makan ketupat, Rumah kampung di pedalaman. Di mana ilmu hendak didapat, Pada guru yang berpengalaman. [12] Lapangan bola amat lebar, Tempat pemain banyak bertemu. Bersabar ketika belajar, Itulah kunci mendapat ilmu. [13] Libur panjang sangat lama, Dari Mekah bahwa kurma. Dengarkan guru dengan seksama, Moga ilmu masuk ke sukma. [14] Mancing di sungai dapat sepat, Pulang ke rumah habis umpan. Carilah ilmu sampai dapat, Jangan sampai putus harapan. [15] Datang tamu dari etopia, Negeri jauh di afrika. Sudah pandai akhlak mulia, Itulah anak idaman orang tua. [16] Pergi ke kebun tanam lengkuas, Tidak lupa menanam kucai. Ilmu Allah sangat luas, belajar itu tak pernah usai. [17] Duduk melamun bukan merenung, Mata melihat ekor siluman. Apa guna ilmu segunung, Kalau tidak diamalkan. [18] Pedih tangan karena tersayat, Keluar darah luka diikat. Jauhi olehmu segala maksiat, agar ilmu cepat didapat. [19] Orang datang beriring-iringan, Melewati jalan berbatu. Bangun pagi jangan kesiangan, Datang ke sekolah tepat waktu. [20] Petir datang kilat menyambar, Hujan deras sedang ditunggu. Datang sekolah untuk belajar, Pulang sekolah dapat ilmu. 2. Pantun Nasehat Agama Pantun nasehat agama adalah pantun yang berisi ajakan untuk menegakan nilai-nilai agamis. Contohnya adalah berkasih sayang, menghormati orang tua, belajar al Quran, menjalankan sunnah Nabi, dan sebagainya. Hidup Untuk Ibadah. [21] Hutan lindung banyak rusa, Kakinya lincah pandai berpindah. Tidaklah diciptakan jin dan manusia, Kecuali agar mereka beribadah. [21] Jalan-jalan ke kota Kedah, Memang indah negri Malaysia. Kepada Allah saja beribadah, Jangan sampai kita mendua. [23] Kepak sayap berirama, Burung bangau turun ke sawah. Tauhid adalah yang utama, Sebagai kunci menuju surga. [24] Cahaya surya amat terik, Terkena badan amat panasnya. Awas jangan berbuat syirik, Bisa-bisa kekal di neraka. [25] Taman bunga sungguh indah, Tempat berenang dingin airnya. Jika hidup untuk beribadah, Hati tenang jiwapun bahagia. Tunaikan Sholat. [26] Jati tumbuh berjajar lima, Sudah tinggi setinggi kelapa. Sholat adalah tiang agama, Menegakannya, menegakan agama. [27] Kincir angin negeri Belanda, Tempat keju banyak mentega. Sholat merupakan pembeda, Antara kafir dengan mukmin. [28] Cahaya pagi amat hangatnya, Badan segar baik bekerja. Dirikan sholat tuk mengingat-Nya, Itulah tanda ada iman dalam dada. [29] Rumah panggung ada tangga, Roda kempes mesti dipompa. Siapa ingin masuk surga, Lima waktu jangan dilupa. [30] Badan letih terasa lesu, Cobalah makan kue apam. Siapa sholat dengan khusu; Hatinya tenang hidupnya tentram. Mari Menghafal Al Quran. [31] Sudah merah buah pepaya, Bagi dua untuk tetangga. Al Quran laksana cahaya, Menerangi jalan menuju surga. [32] Bunyi huruf tolong lafalkan, Kalau baca ayo ucapkan. Ayat Al Quran mari hafalkan, Sudah hafal, kita amalkan. [33] Hujan turun hutanpun basah, Hutan rimba wangi aromanya. Bacalah jangan tergesa-gesa, Agar kuat hafalannya. [34] Siapa suka melihat bahtera, Pergi saja ke pelabuhan. Siapa ingin hidup bahagia, Jadikan al Quran sebagai pedoman. [35] Burung terbang kancil berjalan, Angin datang badai melanda. Ulang-ulangilah ayat hafalan, Agar tersimpan di dalam dada. 3. Pantun Nasehat Orang Tua Untuk Anak-Anak Muda Berakhlak Mulia. [36] Masak ikan alangkah sedap, Ikan mujair ikan kakap. Jadilah insan beradab, Selalu sopan dalam bersikap. [37] Sungguh jernih sungai asahan, Tempat anak bermain jala. Bantu orang yang kesusahan, Dengan ikhlas mengharap pahala. [38] Elang terbang jauh melayang, Hinggap sebentar di atas tiang. Siapa yang sifatnya penyayang, Pasti dia akan disayang. [39] Memang cantik bunga dahlia, Tumbuh bersemi di taman bunga. Tetaplah berakhlak yang mulia, Agar di akhirat hidupmu bahagia. [40] Dari datangnya landak, Dari tanah yang terinjak. Berpikirlah sebelum bertindak, Itulah tanda insan yang bijak. Selalu Berjuang. [41] Ikan gabus punya insang, Pohon pinus tinggi menjulang. Pemuda itu harus berjuang, Peras keringat banting tulang. [42] Dari desa memetik cengkeh, Banyak ditanam di tepi ladang. Tekunlah beramal sholeh, Walau rintangan selalu menghadang. [43] Gadis desa sering dipingit, Maka tak kenal si hidung belang. Gantungkan cita-cita setinggi langit, Lalu gapai dengan berjuang. [44] Pohon rindang membuat teduh, Batu hancur jadi kepingan. Jangan menangis jangan mengeluh, Hidup ini penuh perjuangan. [45] Kaki jatuh menginjak lubang, Baju sobek carilah benang. Siapa yang selalu berjuang, Niscaya dia akan menang. Menjemput Rezeki Yang Halal. [46] Tidur malam sering bermimpi, Mimpi burung buanglah ludah. Jika ingin mencari rezeki, Niatkan untuk beribadah. [47] Safar jauh membawa bekal, Pergi ke Arab ke kota Mekah. Siapa yang rezekinya halal, Pasti hidupnya mendapat berkah. [48] Siapa hendak pergi ke Mekah, Jangan lupa bekal dibawa. Siapa yang mendapat berkah, Tentu hatinya akan bahagia. [49] Gelas seloki ada airnya, Gadis manis tolong pinangkan. Cari rezeki, cari berkahnya, Walau sedikit menenangkan. [50] Untuk apa rempah-rempah, Kalau memasak tidak bisa. Untuk apa harta melimpah, Kalau hatinya selalu sengsara. Nikahi Yang Baik Agamanya. [51] Kain batik lurik-lurik, Ujung kain banyak renda. Wanita cantik sungguh menarik, Jadi godaan setiap pemuda. [52] Kain batik banyak warnanya, Untuk pengganti baju yang lama. Yang cantik belum tentu bahagia, Kalau dia tak mengerti agama. [53] Untuk apa burung gelatik, Kalau pagi tidak berbunyi. Untuk apa istrinya cantik, Tapi sering menyakiti. [54] Banyak belajar jadi cendekia, Rumah gubuk atap rumbia. Carilah wanita berakhlak mulia, Niscaya rumah tangga bahagia. [55] Ladang luas tiada hama, Hanya datang seekor lebah. Alangkah nikmat paham agama, Suami sayang, istrinya shalehah. Nasehat Cinta. [56] Pagi pagi memasak ubi, Baca buku pendekar sakti. Cintailah orang yang cinta Nabi, Supaya dia banyak berbakti. [57] Hari ahad ada dauroh, Ternyata banyak pesertanya. Cintailah orang yang cinta Allah, Akhlaknya mulia, membuatmu bahagia. [58] Jangan suka bermain kaca, Nanti tangan bisa terluka. Jangan buta karena cinta, Niscaya hidupmu akan binasa. [59] Sudah tua belum berjodoh, Uban tumbuh di kepala. Sayangi dia karena Allah, Agar cintamu membawa pahala. [60] Indramayu kota mangga, Mangga banyak aneka rasa. Kalau membangun rumah tangga, Bangunlah dengan orang yang kamu cinta. 4. Berbalas Pantun Itu Mengasyikan Lho! [61] Apa gunanya daun lontar, Kalau tergulung lalu dilempar. Apa gunanya kita belajar, Kalau tidak menjadi pintar. Jawaban [62] Air mengalir ke arungan, Angin gunung berputar-putar. Belajar itu adalah kewajiban, Dapat pahala walau tak pintar. [63] Bagaimana membuat jamu, Ambil akar di tanah landai. Bagaimana mendapat ilmu, Kalau kita memang tak pandai? Jawaban [64] Dari Turki memasak kebab, Tambah sayur juga tomat. Cari ilmu harus beradab, Kepada guru mestilah hormat. [65] Mentari datang cahaya berpijar, Jarum patah di dalam peti. Untuk apa selalu belajar, Siang malam tiada henti. Jawaban [66] Rakit terbuat dari bambu, Bambu besar panjang sekaki. Dengan belajar dapat ilmu, Dengan ilmu banyak rezeki. [67] Sepohon kayu daunnya rimbun, Lebat daunnya banyak buahnya. Walau hidup seribu tahun, Tak sembahyang apa gunanya. [68] Kijang lari cepat melesat, Kalau dikejar tentulah penat. Hidup di dunia banyak maksiat, Sampai akhirat mendapat laknat. [69] Orang berkumis tampang sangar, Hanya makan sepotong ubi. Beragamalah dengan benar, Beribadah ikuti Nabi. [70] Jalan-jalan ke kota Medan, Dari jawa amat jauhnya. Nabi adalah contoh tauladan, Ikuti segala yang diperitahkannya. 5. Nasehat Menggapai Cita-Cita [71] Dari Aceh ke kota Banda, Kota Lombak masjid beribu. Ingatlah olehmu wahai ananda. Jagalah Allah, Allah akan menjagamu. [72] Angsa putih pandai berenang, Walau berenang tiada basah. Ingatlah Allah di waktu senang, Allah ingat kamu di waktu susah. [73] Jika jalan tiada rata, Tidak kuat badanpun roboh. Jika engkau hendak meminta, Mintalah hanya kepada Allah. [74] Jika tumbuh sebatang pohon, Biarkan rindang, ambil buahnya. Jika engkau hendak memohon, Mohon pertolongan hanya pada-Nya. [75] Hendak tidur pasang kelambu, Badan sakit minum jamu. Apa yang tak dicatat untukmu, Niscaya tidak akan menimpa kamu. [76] Ayam kampung suka bertelur, Telur bagus emas warnanya. Bercita-citalah yang luhur, Karena itu tanda insan yang mulia. [77] Mekar sudah bunga dahlia, Sudah tercium wangi aromanya. Cita-cita jangan hanya dunia, Yang tertinggi ke akhirat jua. [78] Akhir tahun berganti musim, Angin kecang datang melanda. Apa cita-cita seorang muslim Tentu ingin memasuki surga. [79] Beringin tumbuh daunnya lebat, Adik lahir di bulan rajab. Hindari maksiat segera taubat, Supaya terhindar dari adzab. [80] Tanah merah dibuat bata, Bata bagus mahal di harga. Jangan suka mengejar harta, Dengan harta, kejarlah surga. Gapailah Cinta Sejati. [81] Senyum manis ada gingsulnya, Gadis desa penuh pesona. Cintailah Allah dan Rasul-Nya, Pasti hatimu penuh dengan bahagia. [82] Roti lembut minyak samin, Selalu disuka sepanjang zaman. Cintai insan karena Rabbul alamin, Supaya terasa lezatnya iman. [83] Buah duku buah langsat, Teman makan ikan darat. Bencilah segala macam maksiat, Sebagaimana benci siksa akhirat. [84] Jalan-jalan ke kota Jambi, Kota Jambi banyak meranti. Siapa yang mengaku cinta Nabi, Segala sunnahnya tentu diikuti. [85] Daun talas daun ubi, Petik satu bunga melati. Siapa yang mengaku cinta Nabi, Tentu perintahnya ditaati. 6. Pantun Guruku Selalu Memberi Ilmu Sepintar apapun seseorang, jangan pernah sombong. Apalagi melupakan jasa gurunya. Sebab gurulah yang membawanya ke jalan kecerdasan. Kenangan Bersama Guru. [86] Panjang ekor ikan pari, Bakar satu di tepi lembah. Duduk sendiri terkenang diri, Alangkah indahnya masa sekolah. [87] Sahabat itu teman sejati, Daun beringin alangkah lebatnya. Teringat guru yang baik hati, Menetes air mata mengingatnya. [88] Gunung merapi tumbuh salak, Pagi pagi membuat kolak. Terkenang guru yang sangat galak, Rupanya agar aku mempunyai akhlak. [89] Langit cerah biru warnanya, Bayi menangis putus pusarnya. Terimakasih guru-guruku semua, Jasa kalian alangkah besarnya. [90] Makan roti ditambah selai, Roti tawar tak ada isinya. Jerih payah guru tak ternilai, Moga mendapat pahala di sisinya. Guru Selalu Memberi Ilmu. [91] Dari Palembang ke Kota Baru, Oleh-oleh bawa baju. Hormati selalu olehmu guru, Karena guru memberi ilmu. [92] Gandum utuh dibuat roit, Masak banyak tangannya lihai. Guru mendidik sepenuh hati, Supaya kita menjadi pandai. [93] Raja bijak Indragiri, Cinta sangat pada ratunya. Guru mengajar setiap hari, agar murid hidup sentosa. [94] Terbang tinggi hewan lalat, Sayap berkepak sangat cepat. Bagaimana ilmu bermanfaat, Bila kepada guru tidak menghormat. [95] Beli baju di pasar baru, Harga murah dua ribu. Barang siapa sayang guru, Tentu mudah mendapat ilmu. Belajar adalah Ibadah. [96] Manis rasanya air tebu, Sudah sepah lalu dibuang. Bersama guru menuntu ilmu, Kepada guru hatiku sayang. [97] Bila gempa bumi bergetar, Tanah luas untuk hibah. Jangan pernah bosan belajar, Belajar bagian dari ibadah. [98] Pergi jauh tuk berburu, Bawa rumput satu pikulan. Belajar ilmu tanpa guru, Bisa-bisa tersesat jalan. [99] Orang kaya suka berderma, Dari utara ke selatan. Ilmu itu yang pertama, Barulah amal perbuatan. [100] Lebat sangat kebun bambu, Jamu pahit tak tertelan. Siapa beribadah tanpa ilmu, Tentu tersesat tak tau jalan. 7. Nasehat Agar Keluarga Bahagia Sejahtera Hormati Yang Lebih Tua. [101] Cerita lama nyai serunti, Dongeng petang sebelum mandi. Orang yang tua dihormati, Itulah ciri insan berbudi. [102] Tamu datang hendak disambut Jarum patah dalam kotak. Berkatalah dengan lembut, Jangan sampai lidah membentak. [103] Dari Lombok ke pulau Jawa, Sangat jauh perjalanannya. Dengarkan nasehat orang tua, Karena sudah banyak pengalamannya. [104] Di langit tinggi Tuhan istiwa, Sifatnya tak bisa dijabarkan. Selalu hormat pada yang tua, Orang tua tempat keberkahan. [105] Burung puyuh main di rawa, Masuk tanah yang berongga. Ridha Allah pada orang tua, Orang tua ridha, pahalanya surga. Sayangi Yang Muda. [106] Afrika negeri maghribi, Kaum muslim selalu sembahyang. Apa tanda umatnya Nabi, Pada yang muda hatinya sayang. [107] Masakan lezat berbumbu lada, Tambah sedikit kapulaga. Hormati yang tua, sayangi yang muda, Akan bahagia kehidupan keluarga. [108] Pemalas suka berangan-angan, Hidup susah dalam lamunan. Yang muda perlu bimbingan, Supaya hidupnya dalam tuntunan. [109] Makan gulai hingga kenyang, Sungai jernih tempat berenang. Yang muda diberi kasih sayang, Supaya hatinya merasa senang. [110] Walau tinggi pohon kelapa, Kepala muda tolong ambilkan. Orang yang hidup bahagia, Lebih mudah berbuat kebaikan. 9. Nasehat Kehidupan Penuh Makna Carilah Ridha Allah. [111] Impian lama kini menjelma, Digapai dengan tekun bekerja. Ridha Allah tujuan utama, Bukan mencari ridha manusia. [112] Ke Bandung membeli kunci, Tanah Sunda Siliwingi. Walau manusia banyak membenci, Yang penting Allah menyayangi. [113] Untuk apa duduk di taman, Kalau mata tidak terjaga. Untuk apa hidup berteman, Kalau tidak sampai ke surga. [114] Tukang pikul memakai batik, Kalau berjalan amat wibawa. Berkumpulah dengan orang baik, Supaya akhlakmu tetap terjaga. [115] Rumah adat ukuran lebar, Lantai diganti dengan ubin. Kalau dunia yang dikejar, Hati sempit terasa miskin. Nasehat Tentang Wanita. [116] Hari libur banyak agenda, Jalan-jalan mencari mahkota. Awas jangan sampai tergoda, Oleh harta dan wanita. [117] Anak melayu wajahnya manja, Hati senang melihat pacuan. Wanita selalu terlihat menggoda, Karena mereka adalah perhiasan. [118] Terampil tangan mengukir mihrab, Sangat indah tak terhingga. Wahai wanita kenakan hijab, Supaya bisa masuk ke surga. [119] Potong kue lima kerat, Mari bagi dengan rata. Wanita yang mengumbar aurat, Berarti ingin masuk neraka. [120] Cicak di dinding suka melata, Nyamuk terbang terlihat di mata. Untukmu wahai kaum wanita, Taatilah suami penuh cinta. Bijak Menggunakan Waktu. [121] Gadis manis kuning langsat, Memintal kain membuat bantal. Hidup di dunia hanya sesaat, Gunakan waktu untuk beramal. [122] Angin datang dengan semilir, Tepi sungai tumbuh kecipir. Waktu ibarat sungai mengalir, Dari hulu menuju hilir. [123] Kayu pintu kayu palang, Nasi gulai dari lepau. Waktu tak bisa diputar ulang, Yang berlalu tak bisa terjangkau. [124] Laut luas berwarna biru, Dengan langit seolah bertemu. Gunakan waktu sehatmu, Sebelum datang masa sakitmu. [125] Bahtera berlayar ke samudra, Lewati ombak agar berjaya. Gunakan masa muda, Sebelum datang masa tua. [126] Aib itu dirahasiakan, Nafas pendek hingga tersengal. Waktu muda disia-siakan, Sudah tua hanya menyesal. [127] Dari Cirebon ke Rembang, Tepi jalan pohon pinang. Waktu muda selalu berjuang, Sudah tua hidupnya senang. [128] Masakan sedikit akan dihantar, Untuk saudara dan tetangga. Di dunia waktunya sebentar, Gunakan untuk mengejar surga. [129] Walau wangi bunga melati, Kan dipetik di waktu pagi. Walau cinta sampai mati, Dunia pasti ditinggal pergi. [130] Desa ramai di hari raya, Banyak orang dari kota. Hati-hati dengan dunia, Belum ibadah tau-tau tua. 10. Hidup Bersih dan Sehat Bersih Itu Sehat. [131] Semilir angin bagai alunan, Bambu kecil membuat anyaman. Bersihkan selalu lingkungan, Supaya hidup semakin nyaman. [132] Kayu jati menjadi bangku, Ambil dari puncak bukit. Cuci sepatu setiap minggu, Kalau kotor banyak penyakit. [133] Sayur lodeh mana ketupatnya, Makan besar jadi kenangan. Buanglah sampah pada tempatnya, Jangan buang sampah sembarangan. [134] Suara lembah hanya lirih, Terdengar sayup di tengah hutan. Mari menyapu sampai bersih, Kuman hilang sehatlah badan. [135] Jalan berdua bergandengan, Hendak pergi ke selatan. Yang suka buang sampah sembarangan, Nanti pacarnya orang utan. Menjaga Lingkungan Bersih, Indah, Sehat. [136] Ikan matang di atas garangan, Baca buku baca Quran. Bersama-sama jaga lingkungan, Bersih dari segala kotoran. [137] Segar sekali minum selasih, Duduk di atas tikar anyaman. Kalau kota kita bersih, Tentu hidup jadi nyaman. [138] Nusantara banyak tarian, Masakan padang gulai rendang. Mari tanam banyak pepohonan, Supaya suasana semakin rindang. [139] Sudah kaya orangnya dermawan, Hati ikhlas tak suka sanjungan. Lingkungan sehat jadi dambaan, Banyak pohon dan bunga-bungaan. [140] Jalan-jalan ke Jepara, Singgah ke Semarang simpang Lima. Lingkungan sehat dipelihara, Buanglah sampah pada tempatnya. Jagalah Kesehatan. [141] Putih warna kambing domba, Jangan lepas selalu dijaga. Pagi baru saja tiba, Mari kita ber-olahraga. [142] Luas sawah berhektar-hektar, Ke Jogja naik dokar. Lari pagi badan bugar, Udara pagi masihlah segar. [143] Sungai kecil ikan nilam, Kalau memancing bawa umpan. Bekerja siang dan malam, Kesehatan jangan dilupakan. [144] Di pantai ada kapal, Sudah siap kan berlayar. Kesehatan itu mahal, Kalau sakit biayanya besar. [145] Melamun itu tiada guna, Lebih baik kita berjaga. Supaya bahagia lebih lama, Kesehatan selalu dijaga. 11. Pantun Nasehat Untuk Selalu Rajin Rajin belajar pangkal pandai. Rajin membaca pangkal pintar. Rajin menabung pangkal kaya. Betapa banyak keuntungan dengan rajin. Oleh karena itu, sudah seyogyanya kita rajin pada hal-hal yang baik dan bermanfaat. Rajin belajar mendapatkan ilmu bermanfaat. [146] Lawan takut tidak berkutik, Hampir habis semua tenaga. Siapa ingin menjadi baik, Pahamilah ilmu agama. [147] Petang datang seorang tamu, Sudah lama tidak bertemu. Sukses dunia dengan ilmu, Sukses akhirat dengan ilmu. [148] Gunung Ciremai mengesankan, Banyak tergambar dalam lukisan. Belajar itu kadang membosankan, Bosan itu satu rintangan. [149] Gunung Uhud banyak batu, Hutan Borneo sangat rimbun. Orang yang belajar suatu ilmu, Oleh malaikat dimintakan ampun [150] Nahkoda di bahtera berseru, Karena kencang bertiup anginnya. Barang siapa punya ilmu, Ilmu akan menjaga dirinya. Rajin menabung jangan dihitung-hitung. [151] Ikan buntal ikan kembung, Dimasak dengan bumbu kucai. Teman-teman mari menabung, Rajin menabung pangkal pandai. [152] Pasar malam banyak kaos, Bambu muda namanya rebung. Punya uang jangan boros, Sisakan uang untuk ditabung. [153] Air datang, orang membendung, Sore hari bermain angklung. Yuk kita rajin menabung, Menabung jangan dihitung-hitung. [154] Tali putus cobalah sambung, bapak hansip bawa pentung. Tang ting tung yuk kita nabung, Tang ting tung eh jangan dihitung. [155] Dari Cikarang ke Cibitung, Tanah Betawi tempat si Pitung. Menabung tak dihitung-hitung, Tau-tau nanti kita dapat untung. Rajin beribadah, ikhlas untuk Allah. [156] Kijang besar bernama rusa, Kalau lari tiada lelah. Tidak diciptakan manusia, Kecuali agar mereka beribadah. [157] Rajin belajar naik kelas, Tekun belajar dapat juara. Ibadah itu haruslah ikhlas, Supaya dibalas dengan pahala. [158] Hati senang di hari raya, Semua orang bergembira. Saat ibadah hindari riya’ Riya membuat ibadah sia-sia. [159] Rambut panjang baik digelung, Pakai kain kepala ikatnya. Walau pahala sebanyak gunung, Kalau riya’ tiada pahala. [160] Pagi hari ada embun, Sangat bening di atas kembang. Mari kita banyak berkebun, Tanam bunga hatipun senang. . . . Masih perlu pantun lainnya? Cek dulu pantun cinta, pantun jenaka, dan pantun teka-teki. 09/54/21. Update! Pantun nasehat adalah pantun yang isinya merupakan nasehat, bimbingan, pengajaran, serta pendidikan. Pantun nasehat merupakan salah satu pantun yang paling populer. Pantun ini termasuk pantun orang tua. Dengan membaca pantun nasehat, maka kita mendapatkan berbagai petunjuk dan bimbingan. Kamu bisa mencari berbagai pantun di sini. Selain pantun nasehat, ada juga pantun anak – anak , pantun muda, pantun jenaka, ataupun pantun cinta. Tetapi sekarang mari kita pelajari terlebih dahulu pantun nasehat dengan maknanya. Contoh Pantun Nasehat Anak Berbakti Pada Orang Tua dan Maknanya Di bawah ini ada 5 bait pantun nasehat berbakti pada orang tua. Disertai dengan penjelasan arti atau maknanya. [1] Benang putih panjang sekilan, Perahu berlayar dengan mualim. Kasih Ibu sepanjang jalan, Tak pernah surut tak bermusim. Maknanya Kasih sayang seorang Ibu sangat besar kepada anaknya. Tidak pernah terputus bagaimanapun keadaannya. [2] Tujuh sapi bertubuh kurus, Mencari rumput ke tengah ladang. Siang hari sibuk mengurus Malam hari banyak begadang. Maknanya Seorang Ibu bekerja siang malam. Siang hari mengurusi anak-anak, rumah, dan berbagai macam hal lainnya. Sedangkan malam sering terbangun untuk mengurusi kita sewaktu bayi. [3] Sangat kencang angin topan, Menerjang kayu jadi berantakan. Berbakti kepada Ibu kewajiban Berbakti kepada ayah jangan dilupakan. Maknanya Kita sebagai anak harus selalu berbakti kepada ibu dan kepada ayah. Karena ibu dan ayah banyak berkorban untuk kita. [4] Lihat kereta di kelokan, Suara burung bersahut-sahutan. Kepada Allah kita mendoakan, Agar Ibu Bapak diberi kebahagiaan. Maknanya Kita harus senantiasa mendoakan orang tua agar diampuni oleh Allah. Sehingga mereka dimasukan ke dalam surga. Contoh Pantun Nasehat Pendidikan Budi Pekerti Dan Artinya Berikutnya adalah pantun pendidikan. Khususnya tentang budi pekerti. [1] Bunga wangi bunga melati, Tumbuh dekat pohon kemangi. Kepada yang tua menghormati, Kepada yang muda menyayangi. Maknanya Salah satu budi pekerti luhur adalah menghormati orang yang lebih tua. Dan menyayangi yang lebih muda. [2] Beli balon sebanyak lima, Kaki tersandung menjadi luka. Rendah hati kepada sesama, Pasti orang akan suka. Maknanya Kita hendaknya rendah hati ketika bergaul terhadap sesama keluarga, teman, sahabat, dan masyarakat. Sehingga orang lain akan senang dengan kehadiran kita. [3] Burung dara terbang ke awan, Terbang di langit sangat lama. Didiklah tanganmu agar dermawan, Suka membantu kepada sesama. Maknanya Makna pantun di atas ialah agar kita belajar menjadi dermawan, suka menolong, suka membantu. [4] Memanen padi isinya hampa, Mengikat kado dengan pita. Sopan santun jangan dilupa, Itulah pribadi bangsa kita. Maknanya Sebagai bangsa Indonesia sudah tentu kita harus sopan dan santun. Karena bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sopan. [5] Kalau hendak ke jalan raya, Hati-hati banyak kendaraannya. Bergaulah dengan berakhlak mulia, Akan dirihdai Tuhan dicintai manusia. Maknanya orang yang memiliki akhlak mulia, akan mendapatkan keridhaan Tuhan sekaligus mendapatkan kecintaan dari manusia. Latihan Membuat Pantun Nasehat Contoh pantun nasehat dan artinya Sejauh ini kita sudah banyak membaca pantun. Baik dari pantun nasehat, jenaka, teka-teki, dan yang lainnya. Nah sekarang giliran kamu yang membuat pantun. Bisa kan? Cobalah isi titik-titik sebagai latihan membuat pantun. [1] Buah mangga dibelah tiga, Ambil satu aduh manisnya. ................................... ..................................... [2] Buah kelapa sekarang murah, Membeli satu dapat dua. ...................................... ..................................... [3] Ibu pergi ingin diantar, ...................................... Jadilah anak yang pintar, ...................................... [4] Sumur lama amat dalam, Ambil air dengan timba. Ayah bekerja siang dan malam, ................................................ [5] Jalan-jalan ke Jakarta, Pulang pergi naik kereta. ................................... Karena Ibu selalu cinta. Contoh Pantun Bersajak AB AB Sebagai bonus terakhir, inilah pantun-pantun dengan sajak ab ab. Isinya dengan berbagai tema. Mulai dari lingkungan, kesehatan, agama, belajar, dan yang lainnya. [1] Motor jatuh di tikungan, Lewat jembatan dari papan. Jangan membuang sampah sembarangan, Agar lingkungan indah dan nyaman. [2] Di ujung jalan tempat berjumpa, Mengenang masa yang telah lalu. Sarapan pagi jangan lupa, Agar badan sehat selalu. [3] Terdengar kicau burung cicit, Jauh di hutan suku Dayak. Sholat berjamaah mesti di masjid, Pahala 27 derajat lebih banyak. [4] Menulis syair di daun lontar, Pohon kelapa tempat si tupai. Suka membaca otakpun pintar, Kelak jadi anak yang pandai. [5] Padang datar tempat beburu, Bunga mawar tumbuh di taman. Hendaklah menghormati guru, Itulah tanda murid yang budiman. Pantun Nasehat, Pantun Jenaka, dan Pantun Teka-Teki Inilah kumpulan pantun jenaka, teka-teki, dan tentunya pantun nasehat. Cobalah tebak mana yang pantun jenaka, pantun nasehat, dan mana yang teka-teki. [1] Burung kutilang burung perkutut, Main berdua di lereng lembah. Lihat itu orang gendut, Kalau berjalan seperti gajah. [2] Keras bukan dari baja, Banyak harta bukan kaya. Bermahkota bukan raja, Bersisik bukan buaya. [3] Sangat indah bunga setanggi, Hendak di petik untuk penghulu. Batang usia sudah tinggi, Masa muda telah berlalu. [4] Pohon tinggi pohon meranti, Hendak dibawa ke selat Malaka. Sudah cantik baik hati, Banyak orang yang suka. [5] Ambil kue dengan tangan, Naik kuda di atas pelana. Gara-gara bangun kesiangan, Ke sekolah lupa pakai celana. > Pantun Nasehat Orang Tua Pantun Nasehat Orang Tua Kepada Anaknya. Inilah pantun nasehat. Dari orang tua untuk anaknya. Orang tua sering memberi nasehat. Memberi pengarahan kepada putra-putrinya. Bukan karena apa-apa. Tetapi supaya anaknya menjadi lebih baik. Nasehat bukan tanda kebencian. Justru merupakan kasih sayang. Dengan nasehat anak belajar lebih cepat. Nasehat biasanya datang dari pengalaman. Entah pengalaman baik ataupun buruk. Orang tua tidak ingin anaknya mengalami hal buruk. Misalnya ada orang tua menyesal karena ketika kecil malas belajar. Sehingga hidupnya susah. Ia harus bekerja keras. Ada pula nasehat disiplin. Mendidik anak supaya teratur. Disiplin merupakan kunci sukses. Oleh karena itu orang tua ingin anaknya disiplin. Tujuannya agar anak hidup sukses. Banyak-banyak membaca buku agar kalbu terisi ilmu. Pantun Orang Tua Bertemakan Agama Besar badan anaconda, ular besar hidup di rawa. Dengarlah wahai ananda, pantun nasehat orang tua. Benih padi mari ditabur, pada sawah tanah subur. Pantun warisan leluhur, banyak nasehat indah menghibur. Asam asam buah belimbing, walau asam tolong petikan. Nasehat sebagai pembimbing, untuk hidup di masa depan. Tulis syair dengan pena, sayang habis tinta hitamnya. Agar engkau bijaksana, jalani hidup di dunia. Pantun Nasehat Tentang Akhlak Kepada Tuhan Banyak cabang banyak dahan, hanya ambil di pucuk saja. Banyak insan menyembah Tuhan, sembah hanya Tuhan Yang Esa. Merah warna ikan lohan, ikan patin membuat onar. Jangan pernah memberi sembahan, selain kepada Tuhan yang benar. Terlihat cahaya pada dahi, senyum manis menghiasi. Syirik hendaknya dijauhi, itulah tanda iman di hati. Jika ada hewan panda, jangan pernah ganggu dia. Jika ada iman di dada, hidup ini akan bahagia. Memang indah batu permata, mencarinya badan sengsara. Dekat kepada Sang Pencipta, dunia akhirat niscaya sejahtera. Melati melur tumbuh rendah, disirami dipupuk sudah. Didik hati untuk ibadah, agar hidup semakin mudah. Putih kertas tiada nodanya, mengambil air dengan timba. Cintai Allah di atas segalanya, itulah tanda baiknya hamba. Bunga mekar dipetik jangan, agar terjaga keindahan. Turuti perintah jauhi larangan, niat ikhlas mengharap keridhaan. Pantun Nasehat Akhlak Kepada Sesama Sesama manusia harus tolong menolong. Selain itu kita harus rendah hati. Jangan sampai sombong. Jika hidup harmoni sesama manusia, terciptalah kebahagiaan. Indah senja amat berkesan, bangau terbang sayap berkepakan. Rendah hati di hadapan insan, sombong takabur dijauhkan. Siapa membawa pisau belati, bawalah dengan hati-hati. Siapa yang rendah hati, itulah insan yang berbudi. Pagi hari sarapan ketan, dengan kelapa ketan dimakan. Iri dengki bisikan setan, segala godaan usah diturutkan. Karang tempat bermain ikan, sayang karang banyak dihancurkan. Bantu membantu dalam kebaikan, dalam Kitabullah diperintahkan. Jangan kumbang dijolokan, walau hanya untuk mainan. Jangan membantu dalam keburukan, karena berujung pada penyesalan. Benih mari kita semaikan, untuk dibawa ke negeri Jepang. Sholat segera ditunaikan, hati tenang dadapun lapang. Daun pandan bumbu ikan, bumbu ada di atas nampan. Puasa ramadhan kita jalankan, beroleh bahagia di masa depan. Sungguh indah kota Mekah, kota tua banyak berkah. Rajin-rajin bersedekah, rezeki akan berkah melimpah. Ambil arang dari rawa, pergi jauh naik kuda. Hormati orang lebih tua, sayangi yang lebih muda. Lambat jalan kura-kura, tempurung besar hilang kepala. Hidup di dunia sementara, banyak-banyak mencari pahala. Pantun Nasehat Tentang Akhlak Kepada Alam Lingkungan Nasehat indah dari orang tua yang menyayangi putra putrinya. Pulau terpisah oleh selat, datang burung iring-iringan. Dalam kitab sudah tercatat, berbuat baiklah pada lingkungan. Aneka rupa warna balon, Pohon kelapa batangnya lurus. Siapa yang menanam pohon, dapat pahala terus menerus. Pergi ke pasar beli sayuran, beli juga sedikit pepesan. Jangan merusak alam lingkungan, itulah perintah bagi setiap insan. Burung dara terbang melayang, lincah terbang badannya ringan. Kepada binatang mesti sayang, disiksa tentunya jangan. Tatap langit terlihat awan, pohon beringin besar di dahan. Siapa memberi makan hewan, niscaya mendapat kasih Tuhan. Jika ikan di dalam kolam, akan susah mencari makan. Jika kita rusakan alam, bala musibah akan diturunkan. Pantun Nasehat Orang Tua Tentang Rajin Belajar Ilmu memiliki kedudukan penting. Apalagi dalam agama Islam. Orang berilmu laksana purnama di antara bintang. Orang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah. Betapa pentingnya ilmu. Terlebih ilmu agama. Dengannya kita terjaga. Kita mengetahui masa depan. Ilmu sebelum amal. Berilmu sangat penting sebelum beramal. Kita semakin perlu terhadap ilmu. Terutama di zaman akhir seperti sekarang. Itulah sebabnya. Kini kita pelajari juga pantun nasehat orang tua untuk anaknya. Khususnya dengan ilmu sebagai Angit Barat bergelora, tumbang bunga serta merta. Ilmu ibarat berkas cahaya, menerangi kehidupan kita. Minum jamu sehatkan raga, makan buah sehatkan mata. Kumpulkan ilmu dalam dada, amalkan ia di kehidupan nyata. Ikan sepat dalam pemilar, ambil jambu pakai gantar. Ilmu didapat dengan belajar, semakin belajar semakin pintar. Apa tanda kembang merekah, sangat harum di penciuman. Apa tanda ilmunya berkah, semakin dekat dengan Tuhan. Memohon maaf bila salah, luka di hati bisa sembuh. Rajin belajar di sekolah, rasa malas dibuang jauh. Buat pagar tergigit lintah, lintah suka menghisap darah. Tekun belajar jangan menyerah, ilmu didapat hiduppun berkah. Prajurit datang untuk melapor, datang sendiri tak diminta. Ilmu laksana api obor, penerang di jalan gelap gulita. Putih-putih bunga melati, kumbang datang tak kelahi. Menuntut ilmu hati-hati, luruskan niat karena Illahi. Baju lama sudah kumal, padahal dulu terlihat mewah. Kalau ilmu tanpa amal, laksana pohon tanpa buah. Kemumu tumbuh di tanah darat, bukan di tanah banyak airnya. Ilmu dicari karena akhirat, bukan karena mencari dunia. Lama bekerja kepala penat, lebih baik beristirahat. Mencari ilmu salah niat, niscaya rugi di akhirat. Kumpulan Pantun Nasehat Orang Tua Kepada Anaknya Inilah berbagai kumpulan pantun nasehat untuk anak. Semoga dengan membaca pantun ini banyak kebaikan di dapat. Jangan pula lewatkan pantun tentang menjaga kebersihan lingkungan. Pantun untuk anak-anak agar rajin belajar. Pantun berasal dari kata “penuntun.” Tujuannya untuk menuntun manusia. Yakni menuntun ke jalan yang benar. Hati-hati main di taman, taman banyak kumbang lebahnya. Hati-hati dalam berteman, pilih teman berakhlak mulia. Bekerja sehari tubuh lelah, baca puisi indah irama. Bila engkau masih sekolah, belajar adalah tugas utama. Timun mentah seperti labu, dalam pasar jua bertemu. Taati perintah ayah Ibu, supaya berkah jalan hidupmu. Badan basah tak terasa, gerimis turun tergesah-gesah. Bila susah engkau rasa, banyak taubat tinggalkan dosa. Jalan lambat siput di kiri, kancil lari sampaihlah sudah. Dosa menghambat jalan rezeki, jauhi dosa rezekipun mudah. Air kelapa enak rasanya, walau basah amat senangnya. Barang siapa dunia cita-citanya, pasti susah jalan hidupnya. Lihat indah bunga setanggi, setanggi dari arah Utara. Jika dunia puncak tertinggi, pasti sengsara jiwa dan raga. Benteng batu tak kan goyah, walau diserang berbagai arah. Sediakan waktu untuk ibadah, dunia kan datang tanpa berpayah. > Dari Barat ke Utara, dengan kompas lihat arahnya. Kehidupan ibarat samudra, dirimu laksana perahunya. Putri cantik ciptakan tembang, kala ratu berwajah muram. Banyak ombak dan gelombang, hati-hati jangan karam. Pantun Nasehat Untuk Anak Perempuan Mendidik anak perempuan berpahala besar. Pahalanya surga. Mendidiknya mesti penuh kasih sayang. Dididik dengan lemah lembut. Diberi contoh dan teladan. Saat ia merasa disayang, ia akan memahami maksud nasehat. Bukan untuk menyalahkan. Nasehat merupakan bukti kasih sayang. Dan inilah pantun nasehat orang tua kepada anaknya. Terutama anak perempuan. Awas paku tajam ujungnya, peninggalan bangsa Belanda. Duhai putriku permata jiwa, dengarlah nasehat dari Bunda. Pagi hari datang kabut, hanya di desa bukan di kota. Jadilah wanita yang lembut, tampak anggun dilihat mata. Burung bulbul dalam sangkar, kini kicaunya mulai kurang. Jadilah wanita yang tegar, lebih kuat dari karang. Pulau Jawa banyak kweni, rasanya asam amat kecut. Dalam jiwa bersifat pemberani, berlindung dari sifat pengecut. Rajin membaca kitabullah, hawa nafsu akan takluk. Berdoa tulus kepada Allah, jangan meminta kepada makhluk. Berbuat baik pada kawan, saling membantu dalam pertemanan. Didiklah diri menjadi dermawan, Itulah tanda dari keimanan. Pantun Nasehat Untuk Anak Laki-Laki Mendidik anak merupakan hal mulia. Entah anak perempuan ataupun laki-laki. Anak adalah anugerah. Anak juga merupakan amanah. Orang tua harus mendidiknya. Memenuhi kebutuhannya merupakan kewajiban. Terlebih kebutuhan akan pendidikan. Seperti terlihat dalam pantun nasehat tentang pentingnya pendidikan. Di bawah ini merupakan contoh pantun nasehat orang tua untuk anak laki-lakinya. Keras sekali kayu jati, bukit tinggi tetap didaki. Berani sudahlah pasti, itulah tabiat anak laki-laki. Jatijajar tempat kompeni, perjanjian dibuat tak ditepati. Tekun belajar semenjak dini, persiapan untuk esok nanti. Rumah dari kayu ulin, sudah dibangun tegak berdiri. Latihlah diri berdisiplin, tegas pada diri sendiri. Kayu tumbang jatuh menimpa, hujan deras sangat lama. Kitabullah jangan dilupa, pelajari dengan seksama. Jalan-jalan ke Kota Padang, lihat kolam airnya jernih. Dunia ini adalah ladang, banyak-banyak menabur benih. Kota Padang ada di Barat, jalannya jauh awas tersesat. Dunia adalah ladang akhirat, hidup di dunia hanya sesaat. Tinggi gunung Puncak Muria, lewat lembah hijaunya sama. Jadilah lelaki yang mulia, berakhlak serta punya agama. Kain katun untuk bahan, buat celana dan pakaian. Kelak kita menghadap Tuhan, jadikan dunia sebagai persiapan. Bait-bait pantun sudah disajikan. Sangat banyak jadi pilihan. Itulah pantun nasehat orang tua. Untuk anaknya yang tercinta. Sudah cukup banyak pantun di sini. Kalau kamu masih perlu yang lain, coba lihat judul-judul lainnya di bawah ini. Ada juga pantun nasehat dan jenaka dengan artinya. Semoga makin bermanfaat untuk kamu dalam belajar.
17Puisi Guruku Pahlawanku Anak SD. Guru merupakan gerbang untuk menuju masa depan. Jika hari ini ada presiden, menteri, gubernur, bupati, dan lainnya, maka itu merupakan jasa guru. Jika hari ini ada anak yang pintar, pandai, cerdas, dan berprestasi, maka itupun karena jasa guru.
rositaradani Ada monyet makan dukuDukunya duku malukuTerima kasih pada gurukuKarena selalu memberi ilmuMaaf kalau salah 131 votes Thanks 151 adindaaprilia maaf kalo pantun sajaknya harus a,b,a,b sonia225 Pantun ini sangat membantu sonia225 Sangat cocok anandyanazwa97 pantun ya bagus sekali dpdpisultra Makasih yahh pantun nya bagus kok
PantunUntuk Guru Wajahmu manis tersemat di hati Senyumnya membuat hati senang Wahai guru yang kami hormati Jasamu mulia akan selalu kami kenang Alif ba-ta Satu dua tiga dan empat Selalu guru mengajari kita Ditubi-tubi sampai dapat Bu Somat beli tomat Jalannya terburu-buru Untukmu guru yang terhormat Semoga engkau sehat selalu
freepik Contoh pantun dengan tema guru selalu memberi ilmu. - Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terikat dengan aturan dan masih populer hingga saat ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pantun adalah bentuk puisi melayu yang tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak. Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu patuntun yang bermakna penuntun, teman-teman. Berdasarkan isinya, pantun dibedakan ke dalam empat jenis, yakni pantun jenaka, pantun nasihat, pantun teka-teki, dan pantun kiasan. Pada buku tematik kelas 5 SD Tema 4, kita diajak untuk membuat pantun dengan tema guruku selalu memberi ilmu. Apakah teman-teman sudah menemukan jawabannya? Kali ini Bobo akan memberikan beberapa contoh pantun dengan tema guruku selalu memberi ilmu. Simak, yuk! 1. Contoh Pantun 1 Bunga melati bunga kamboja, harum mewangi di ruang tamu. Jasa guru tidak terkira, Baca Juga 6 Contoh Pantun Nasihat dengan Tema Saling Menghormati, Cari Jawaban Kelas 5 SD Tema 4 Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Terimakasihguruku yang t'lah berjasa Semua didikanmu 'kan selalu terasa. 19. Makan kuaci sama kulitnya Mulut tersedak hanya sebelah Terima kasih semua ilmunya Guruku mengajar tak kenal lelah. 20. Ada beruang di tengah desa Makan ikan tiada tersisa Guru berjuang mendidik bangsa Pengabdiannya sungguh berjasa. 21. Pohon selasih berbuah duku
Contoh Pantun Hari Guru Terbaik Yang Wajib Diketahui - Guru dikenal sebagai salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang tentunya memiliki peran penting dalam mendidik serta mencerdaskan anak bangsa. Pada tanggal 25 November telah ditetapkan sebagai hari untuk memperingati hari guru. Untuk mengungkapkan rasa terimakasih yang tak terhingga untuk jasa para guru tersebut, anda dapat memberikan ucapan terbaik. Contohnya seperti memberikan ucapan berupa pantun hari guru terbaik Hari GuruSebagai ungkapan terima kasih saat hari guru tiba, para peserta didik dapat mempersembahkan pantun untuk hari guru. Anda juga dapat menjadikan pantun-pantun tersebut untuk update status di berbagai sosial media anda untuk mengenang segala jasa-jasa guru saat anda masih bersekolah dulu. Berikut ini ada beberapa ontoh yang merupakan kumpulan pantun hari guru terbaik. Yang dapat anda jadikan sebagai Pantun Hari GuruNemu ikan asin di jalananIkannya sudah tentu matiGuru-guru ku memang pahlawanSemoga engkau selalu di rahmatiIndah sunggu laut membiruSuasana aman mengusik rasaIni pantun hari Gurujasamu ku ingat sepanjang masaPakai sendal warna biruJangan lupa pakai bajuUntuk para bapak ibu guruKu ucapkan selamat hari guruMalam sabtu sedang hujanAir mendidih sangat panasGuru-guru ku adalah pahlawanKami dididik hingga cerdasJalan-jalan ke KertajasaJangan lupa membeli dukuDirimu sungguh sangatlah berjasaWahai engkau para gurukuMakan tomat dan buah dukuMayang menari sampai bisaAku hormat pada Guru gurukuYang telah mengajari ku hingga bisaBuah apel dimakan kangguruMendobrak pintu karena terpakuIni pantun hari guruSemua ajaranmu ku ingat selaluJalan jalan ke KoreaPerginya sama si MamatBapak ibu guru yang ku cintaEngkau adalah penyelamatPotong kain pakai guntingJangan lupa dijahit kembaliIlmu itu sangatlah pentingAgar hidup berderajat tinggiMasak ikan pakai kemiriBumbunya sangatlah pedasBapak ibu guru yang kucintaiKini muridmu menjadi cerdasJalan-jalan kepantai KutaMau melawan tak ada rasaWahai guruku yang tercintaKau pahlawan tanpa tanda jasaBeli palu di BanyuwangiJangan lupa membeli pakuHanya pantun ini yang bisa ku beriKarena kau telah mengajarikuKe pasar baru membeli bawangPerginya bersama ibu temankuJasamu akan selalu ku kenangSebagai pahlawan dalam hatikuSiang-siang minum es tebuRasanya segar sekaliTerima kasih wahai guruku gurukuJasamu selalu ku cintaiMakan buah di pinggir jalanBuahnya buah pisangGuruku adalah pahlawanJasanya selalu ku kenangBeli buku di pasar baruMakan mengkudu di dalam rumahWahai ibu bapak guruEngkau selalu baik dan ramahKe Maluku beli trembesiMakan duku sama Si LuluTak lupa ku ucapkan terima kasihKepadamu wahai ibu bapak gurukuBerburu garu di rumah jaksaAmina pergi ke dalam rumahGuru-guruku sangat berjasaKarena mengajari dengan tabahRima dan Asih pergi ke swalayanMembeli baju dan banyak jamuTerima kasih para pahlawanTelah memberiku banyak ilmuKamu punya celana merahAku punya baju biruGuruku tak pernah lelahSelalu memberiku banyak ilmuInduk Semang main kastiHayatun mandi bagai puteriGuruku memang baik hatiHanya pantun ini yang bisa ku beriMaka duku di rumah MaryamDuduk di bangku bentuk semanggiHidupku tak akan pernah kelamOleh guru memberi ilmu yang tinggiPergi jalan bersama AbangPergi memakai sepatu biruSemoga guruku selalu senangKarena telah mendidik akuItulah tadi berbagai kumpulan contoh pantun hari guru dengan lengkap yang bisa disampaikan untuk para guru di seluruh Indonesia. Walaupun hanya sebuah pantun, namun tentunya karya sajak tersebut akan menjadi penghargaan yang indah untuk mereka. Dengan memberikan apresiasi tersebut, minimal sebagai penerus bangsa kita telah sedikit menghargai setiap kerja keras para guru dalam mendidik dan mengajar.
qybl883. an5z42zu9z.pages.dev/945an5z42zu9z.pages.dev/905an5z42zu9z.pages.dev/231an5z42zu9z.pages.dev/849an5z42zu9z.pages.dev/343an5z42zu9z.pages.dev/458an5z42zu9z.pages.dev/218an5z42zu9z.pages.dev/135
pantun guruku selalu memberi ilmu